Foto: dok MI/Rommy Pujianto.
Foto: dok MI/Rommy Pujianto.

Klaim Asuransi Jiwa terkait Covid-19 Capai Rp1,46 Triliun

Ekonomi asuransi asuransi jiwa Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI)
M Iqbal Al Machmudi • 07 Juli 2021 10:51
Jakarta: Ketua Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) Budi Tampubolon mengatakan, industri asuransi jiwa pada pandemi covid 2020 hingga Februari 2021 telah membayar klaim terkait covid-19 sebesar Rp1,46 triliun.
 
"Pada kuartal I-2021 total klaim yang dibayarkan terkait covid-19 sepanjang Maret 2020 sampai dengan Februari 2021 mencapai Rp1,46 triliun," kata Budi, dilansir dari Mediaindonesia.com, Rabu, 7 Juli 2021.
 
Pada 2021 industri asuransi jiwa melakukan pembayaran klaim sebesar Rp47,68 miliar. Menurut Budi hal ini menunjukkan industri asuransi jiwa merupakan industri yang likuid.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Ini menujukkan industri asuransi jiwa sangat likuid dan memenuhi semua kewajiban. Nilai tebus mengalami peningkatan dan manfaat meninggal dunia juga mengalami peningkatan," ujarnya.
 
Industri asuransi jiwa turut berkontribusi dalam membantu program ketahanan keuangan keluarga Indonesia melalui manfaat pertanggungan jiwa sebesar Rp12,24 triliun pada 2020 dan Rp4,45 triliun pada kuartal I-2021. Selanjutnya, industri asuransi juga juga turut membantu program jaminan kesehatan nasional melalui manfaat pertanggungan kesehatan sebesar Rp9,88 triliun pada 2020 serta Rp2,59 triliun.
 
Selain itu pendapatan industri asuransi jiwa pada kuartal I-2021 mengalami kenaikan menjadi Rp66 triliun atau tumbuh 13.500 persen, pada tahun sebelumnya minus Rp0,5 triliun. Total pendapatan tersebut berasal dari pendapatan premi sebesar Rp57,73 triliun dan pendapatan investasi Rp2,44 triliun.
 
Terdapat tiga investasi yang sering dipakai pada kuartal I 2021 yakni reksadana mencapai Rp170 triliun, saham Rp145 triliun, dan Surat Berharga Negara (SBN) Rp89,49 triliun. "Industri asuransi jiwa turut mengambil bagian dalam aktivitas bursa dan investasi jangka panjang. Diketahui nilai transaksi harian di Bursa Efek Indonesia (BEI) mencapai Rp8,4 triliun, jika asuransi jiwa menjual semua sahamnya maka penurunan bursa signifikan," jelasnya.
 
Budi menjelaskan, ke depan masyarakat terutama anak muda telah meningkatkan awarness terhadap asuransi jiwa tetapi harus dikondisikan dengan PPKM sehingga asosiasi juga perlu upgrade ke digital agar memudahkan pemasaran.
 
"Kami terus menjaga optimisme karena ruang pertumbuhan tetap terbuka. Hanya, inovasi dan kreativitas sangat diperlukan tetapi kami juga mengimbau seluruh anggota AAJI untuk memenuhi janji dan komitmen terhadap nasabah," pungkasnya.
 
(AHL)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif