Ilustrasi. FOTO: AFP/Bay Ismoyo
Ilustrasi. FOTO: AFP/Bay Ismoyo

Rupiah Pagi Melemah Tipis ke Rp14.990/USD

Angga Bratadharma • 21 Juli 2022 09:17
Jakarta: Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan Kamis pagi terpantau melemah tipis ketimbang penutupan perdagangan di hari sebelumnya di posisi Rp14.989 per USD. Mata uang Garuda belum berhasil membungkam mata uang Paman Sam jelang pertemuan The Fed yang membahas arah kebijakan suku bunga.
 
Mengutip Bloomberg, Kamis, 21 Juli 2022, nilai tukar rupiah pada perdagangan pagi dibuka tertekan di posisi Rp14.990 per USD. Pagi ini nilai tukar rupiah bergerak di kisaran Rp14.990 hingga Rp14.991 per USD. Sedangkan menurut Yahoo Finance, nilai tukar rupiah berada di level Rp14.970 per USD.
 
Sementara itu, kurs dolar Amerika Serikat terapresiasi pada akhir perdagangan Rabu waktu setempat (Kamis pagi WIB). Sedangkan euro terpantau melemah, karena pelaku pasar menunggu keputusan mengenai arah kebijakan suku bunga utama dari bank sentral Eropa atau European Central Bank (ECB).

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Indeks dolar, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama, naik 0,37 persen menjadi 107,0760. Pada akhir perdagangan New York, euro turun menjadi USD1,0179 dari USD1,0234 di sesi sebelumnya, dan poundsterling Inggris turun menjadi USD1,1967 dari USD1,1998 di sesi sebelumnya.
Baca: IHSG Dibuka Melemah 0,60%

Sedangkan dolar Australia turun menjadi 0,6886 dolar AS dari 0,6896 dolar. Dolar AS dibeli 138,25 yen Jepang, lebih tinggi dibandingkan dengan 138,21 yen Jepang pada sesi sebelumnya. Dolar AS naik menjadi 0,9719 franc Swiss dibandingkan dengan 0,9690 franc Swiss, dan turun menjadi 1,2878 dolar Kanada dari 1,2882 dolar Kanada.
 
Euro reli selama tiga sesi perdagangan terakhir di tengah ekspektasi ECB mungkin mempertimbangkan kenaikan suku bunga besar pada pertemuannya di Kamis waktu setempat untuk menjinakkan rekor inflasi yang tinggi.
 
"Jika ada 50 basis poin besok, itu akan menjadi sinyal kuat untuk arah positif EUR. Kalau hanya 25 basis poin, saya khawatir kekecewaan akan besar," pungkas Kepala Riset FX Commerzbank Ulrich Leuchtmann.
 
 
(ABD)


LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif