IPO emiten. Foto : Medcom/Angga.
IPO emiten. Foto : Medcom/Angga.

IPO, Teladan Prima Agro Bidik Rp1,3 Triliun

Arif Wicaksono • 21 Maret 2022 18:05
Jakarta: Rencana PT Teladan Prima Agro Tbk (TPA) untuk go public memasuki tahapan penting berikutnya. Hari ini TPA menggelar Public Expose untuk memaparkan rencana pencatatan sahamnya di lantai bursa. Perusahaan perkebunan kelapa sawit dan pabrik kelapa sawit ini berencana untuk listing di Bursa Efek Indonesia pada April 2022.
 
Mengutip prospektus perusahaan, dikutip Senin, 21 Maret 2022, dalam Penawaran Umum Saham Perdana atau Initial Public Offering (IPO) ini, TPA akan melepas sebanyak-banyaknya 2.193.294.529 saham biasa atas nama yang merupakan saham baru Perseroan dengan nilai nominal Rp 100 per saham. Jumlah tersebut mewakili 15 persen dari modal yang telah ditempatkan dan disetor penuh dalam Perseroan setelah Penawaran Umum Perdana.
 
Adapun harga penawaran untuk gelaran IPO ini berada dalam kisaran Rp520 sampai dengan Rp600per saham. Sehingga perseroan akan mengantongi dana segar sebanyak-banyaknya Rp1.315.976.717.400 dari aksi korporasi ini.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Bersamaan dengan IPO tersebut. TPA mengadakan program MESOP dengan jumlah sebanyak-banyaknya satu persen dari jumlah modal ditempatkan dan disetor penuh IPO atau sebanyak-banyaknya 146.219.635 saham.
 
Dana hasil IPO setelah dikurangi dengan biaya emisi, sekitar 32 persen akan digunakan untuk belanja modal oleh Grup Perseroan dengan rincian sebagai berikut sekitar 23 persen akan digunakan untuk belanja modal pada perseroan yaitu akuisisi perusahaan yang bergerak di bidang perkebunan kelapa sawit.
 
Sekitar lima persen akan digunakan untuk belanja modal pada Perusahaan Anak yaitu pembangunan fasilitas pabrik pengolahan inti sawit (Kernel Crushing Plant/KCP). Sekitar empat persen akan digunakan untuk belanja modal pada Perusahaan Anak yaitu pembangunan biogas plant/pembangkit listrik tenaga biogas. Sedangkan sisanya sekitar 68 persen akan digunakan untuk pembayaran dipercepat sebagian pokok utang bank pada Perseroan dan beberapa Perusahaan Anak.  
 
TPA menargetkan masa penawaran awal (bookbuilding) akan berlangsung pada 17-25 Maret 2022. Setelah masa penawaran awal, diperkirakan Surat Izin Efektif akan diperoleh pada 31 Maret 2022, yang diikuti oleh masa penawaran umum saham perdana pada 4-7 April 2022, dan pencatatan di Bursa Efek Indonesia pada 11 April 2022.
 
TPA mengelola sembilan anak usaha, delapan di antaranya adalah perusahan kelapa sawit yang memproduksi crude palm oil (CPO) dan palm kernel (PK) dengan total 13 lokasi perkebunan dan enam pabrik kelapa sawit, serta satu perusahaan lainnya berorientasi pada energi terbarukan. Seluruh operasional usaha TPA terkonsentrasi secara strategis di Provinsi Kalimantan Timur.
 
(SAW)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif