Ilustrasi rupiah - - Foto: MI/ Rommy Pujianto
Ilustrasi rupiah - - Foto: MI/ Rommy Pujianto

BI Tegaskan Tingkat Rupiah Sudah Memadai

Ekonomi bank indonesia kurs rupiah
Husen Miftahudin • 01 April 2020 12:46
Jakarta: Pemerintah telah membuat skenario outlookindikator utama ekonomi makro imbas merebaknya virus korona (covid-19) di Indonesia. Salah satunya nilai tukar rupiah yang bakal terdampak besar oleh virus yang menyerang sistem pernapasan ini.
 
Terdapat dua skenarioforward lookingterhadap mata uang Garuda tersebut, yakni berat dan sangat berat. Dalam skenario berat, nilai tukar rupiah berada pada level Rp17.500 per USD. Sementara skenario sangat berat, rupiah berada di level Rp20 ribu per USD.
 
Gubernur Bank Indonesia (BI) menegaskan bank sentral bersama pemerintah, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) berkomitmen untuk bersama-sama meningkatkan koordinasi agar skenario-skenario itu tidak terjadi. Termasuk menyiapkan langkah-langkah antisipatif untuk mengatasi dampak covid-19 terhadap dunia usaha, sektor keuangan, dan stabilitas pasar keuangan termasuk stabilitas nilai tukar rupiah.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Skenario-skenario yang berat dan sangat berat tadi adalah forward looking antisipasi supaya itu tidak terjadi, bahwa langkah yang kita lakukan untuk mencegah agar skenario yang berat dan sangat berat itu tidak terjadi," ujar Perry dalam telekonferensi bersama tentang stimulus ekonomi, Jakarta, Rabu, 1 April 2020.
 
Oleh karena itu, lanjut Perry, skenario berat dan sangat berat terhadap tingkat nilai tukar rupiah akibat merebaknya pagebluk covid-19 harus diantisipasi agar tidak terjadi. "Skenario berat kurs Rp17.500 per USD atau yang sangat berat Rp20 ribu per USD itu adalah akan kita antisipasi supaya tidak terjadi," ungkap Perry.
 
Perry memastikan bahwa tingkat rupiah saat ini sudah memadai. Bank Indonesia dengan tegas akan terus berkomitmen untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah.
 
"Skenario itu adalah forward looking, kita akan tegak supaya tidak terjadi. Oleh karena itu BI akan terus berkomitmen menjaga stabilitas nilai tukar rupiah," ucap Perry.
 
Sebelumnya, Perry menyebutkan langkah yang dilakukan bank sentral dalam menjaga stabilitas nilai tukar rupiah adalah dengan meningkatkan intensitas triple intervention. Berupa intervensi di pasar spot, domestic non deliverable forward (DNDF), dan pembelian Surat Berharga Negara (SBN) dari pasar sekunder.
 
Langkah-langkah yang dilakukan bank sentral selama sepekan terakhir diklaim membuat mata uang Garuda kembali berotot. Sebab mekanisme pasar keuangan bergerak secara baik termasuk supply demand valuta asing (valas).
 
Membaiknya mekanisme pasar keuangan terlihat dari sisi pelaku antarbank. Bid-offer antarbank bergerak baik, demikian juga para eksportir dan berbagai pelaku usaha yang mensuplai pasokan valas.
 
"Sehingga rupiah diperdagangkan di sekitar Rp16.350 per USD. Oleh karena itu saya berterima kasih kepada pelaku pasar, dari perbankan maupun juga dari para investor dan para eksportir," kata Perry dalam telekonferensi dari kantor pusat Bank Indonesia, Jakarta, Selasa, 31 Maret 2020.
 
Adapun gerak nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan Rabu pagi terlihat melemah dibandingkan dengan perdagangan sore di hari sebelumnya di posisi Rp16.310 per USD. Mata uang Garuda kesulitan membungkam gerak mata uang Paman Sam di tengah pandemi covid-19 yang kian meluas ke seluruh dunia.
 
MengutipBloomberg, Rabu, 1 April 2020, nilai tukar rupiah pada perdagangan pagi dibuka tertekan ke Rp16.325 per USD. Pagi ini nilai tukar rupiah berada di kisaran Rp16.325 hingga Rp16.382 per USD. Sedangkan menurut Yahoo Finance, nilai tukar rupiah berada di posisi Rp16.123 per USD.
 
Sementara kurs referensiJakarta Interbank Spot Dolar Rate(Jisdor) menunjukkan bahwa mata uang Garuda tersebut mengalami pelemahan ke posisi Rp16.413 per USD dari level Rp16.367 per USD di hari sebelumnya.
 

(Des)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif