NEWSTICKER
Ilustrasi. FOTO: MI/SUSANTO
Ilustrasi. FOTO: MI/SUSANTO

Rupiah Pagi Melemah ke Rp15.287/USD

Ekonomi kurs rupiah
Angga Bratadharma • 19 Maret 2020 09:06
Jakarta: Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan Kamis pagi terlihat melemah dibandingkan dengan perdagangan sore di hari sebelumnya di posisi Rp15.222 per USD. Penyebaran covid-19 yang kian mengkhawatirkan membuat mata uang Garuda tak berkutik ketika berhadapan dengan mata uang Paman Sam.
 
Mengutip Bloomberg, Kamis, 19 Maret 2020, nilai tukar rupiah pada perdagangan pagi dibuka tertekan ke Rp15.287 per USD. Pagi ini nilai tukar rupiah bergerak di kisaran Rp15.287 hingga Rp15.302 per USD. Sedangkan menurut Yahoo Finance, nilai tukar rupiah berada di posisi Rp15.196 per USD.
 
Sementara itu, dolar Amerika Serikat melonjak terhadap sekeranjang mata uang lain pada akhir perdagangan Rabu waktu setempat (Kamis WIB), mencapai tertinggi multi-tahun terhadap beberapa mata uang utama. Penguatan terjadi karena perusahaan dan investor yang khawatir dengan wabah covid-19 menyerbu mata uang AS yang dianggap aman.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Indeks dolar, yang mengukur kekuatan greenback terhadap sekeranjang enam mata uang utama lainnya, naik sekitar 1,69 persen menjadi 101,08, tertinggi sejak April 2017. Indeks ini pada laju untuk lompatan satu hari terbesarnya sejak 24 Juni 2016.
 
Banyak mata uang mencapai posisi terendah multi-tahun terhadap dolar, termasuk pound Inggris, dolar Australia, dan dolar Selandia Baru. Tanda-tanda tekanan ada di mana-mana ketika bank-bank sentral global melanjutkan upaya untuk menjaga pasar uang berfungsi normal.
 
"Dalam nada yang sama dengan konsumen mengosongkan rak di toko-toko kebutuhan pokok, investor dan perusahaan memperlakukan greenback dengan cara yang sama, melahapnya dengan status sangat likuid," kata Analis Pasar Senior Western Union Business Solutions Joe Manimbo, di Washington.
 
Dolar telah melonjak terhadap mata uang mitranya dalam beberapa hari terakhir meskipun ada dua penurunan suku bunga darurat oleh Federal Reserve AS bulan ini, yang telah membawa suku bunga AS turun ke nol. Indeks dolar naik lebih dari enam persen selama tujuh sesi perdagangan terakhir.
 
Bank sentral Eropa, bank sentral Inggris dan bank sentral Swiss semuanya mengadakan penjualan likuiditas dolar pada Rabu waktu setempat, sebagai bagian dari suntikan dana terkoordinasi terbesar oleh bank sentral sejak krisis keuangan 2007-2009.
 
Tingginya permintaan dalam lelang ini membuat beberapa orang gelisah di pasar uang, tetapi beberapa analis mengatakan bahwa karena sifat kekurangan dolar yang meluas, jalur swap The Fed dengan bank-bank sentral utama mungkin tidak cukup.
 

(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif