Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) meluruskan kabar terkait adanya tujuh bank yang masuk dalam kategori gagal imbas pandemi covid-19. Foto: Dok.MI
Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) meluruskan kabar terkait adanya tujuh bank yang masuk dalam kategori gagal imbas pandemi covid-19. Foto: Dok.MI

LPS: 6 Izin Usaha BPR Dicabut di Masa Pandemi

Ekonomi LPS bank perkreditan rakyat (bpr)
Husen Miftahudin • 29 Oktober 2020 16:38
Jakarta: Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) meluruskan kabar terkait adanya tujuh bank yang masuk dalam kategori gagal imbas pandemi covid-19. Selama pandemi, LPS hanya menangani Bank Perkreditan Rakyat (BPR), bukan Bank Umum.
 
Sekretaris Lembaga LPS Muhamad Yusron menjelaskan bahwa selama Januari hingga Oktober 2020, terdapat enam BPR yang dicabut izin usahanya oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Selanjutnya, LPS melakukan penjaminan simpanan dan likuidasi terhadap enam BPR yang dicabut izin usahanya tersebut.
 
"Artinya pada 2020 atau pada masa pandemi ini tidak ada bank umum yang ditangani LPS," tegas Yusron dalam keterangan tertulis yang diterima Medcom.id di Jakarta, Kamis, 29 Oktober 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Yusron bilang, jumlah BPR yang ditangani LPS di tahun ini hampir sama dengan tahun-tahun sebelumnya. Menurutnya kondisi tersebut masih dalam tren yang wajar serta tidak membahayakan sistem perbankan.
 
"Proses likuidasi yang dilaksanakan LPS terhadap enam BPR tersebut tidak mempengaruhi kondisi industri perbankan secara keseluruhan," ungkapnya.
 
Sementara itu, Ketua Dewan Komisioner LPS Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan bahwa kondisi perbankan di tengah masa pandemi ini masih stabil. Hal ini ditunjukkan oleh kondisi permodalan dan likuiditas yang memadai serta profil risiko yang terjaga.
 
"Tekanan pada perbankan selama masa pandemi ini masih dapat dikendalikan dengan baik, sehingga tidak membahayakan sistem perbankan," ucap Purbaya.
 
Dalam konferensi pers Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) sebelumnya, Purbaya menyebut ada enam sampai tujuh bank yang masuk dalam kategori gagal. Hanya saja, bank-bank ini merupakan bank kecil yakni BPR, dan belum masuk ke dalam level yang membahayakan.
 
"Mungkin mendekati enam sampai tujuh bank BPR, kecil. Tapi belum berada pada level yang menimbulkan atau membahayakan," tukas Purbaya, Selasa, 27 Oktober 2020.
 
Ia menambahkan, jumlah ini merupakan hal yang biasa, karena setiap tahunnya LPS menerima enam sampai tujuh BPR yang harus ditangani. Meskipun ada bank gagal, Purbaya memastikan, saat ini secara keseluruhan perbankan dalam kondisi normal.
 
"Ke depan, kami akan mewaspadai dan akan mempersiapkan diri kalau ada bank yang gagal lagi. Tapi saya tekankan, trennya belum berubah dengan tahun lalu. Tekanan financial memang meningkat, tapi belum ke level yang membahayakan atau tidak dapat dikendalikan pada saat ini," pungkas Purbaya.
 
(DEV)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif