Ilustrasi - - Foto: Medcom
Ilustrasi - - Foto: Medcom

ASEAN+3 Tingkatkan Kerja Sama Ketahanan Ekonomi Regional

Ekonomi Bank Indonesia Industri Keuangan Kementerian Keuangan asean
Annisa ayu artanti • 19 September 2020 13:50
Jakarta: Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral negara ASEAN bersama Tiongkok, Jepang, dan Korea Selatan yang tergabung dalam forum ASEAN+3 menyepakati kerja sama Chiang Mai Initiative Multilateralization (CMIM). Kesepakatan tersebut guna mendukung ketahanan ekonomi dan keuangan regional.

Kepala Departemen Komunikasi Bank Indonesia, Onny Widjanarko mengatakan, CMIM merupakan kerja sama keuangan di antara negera-negara ASEAN+3 dalam bentuk fasilitas dukungan likuiditas bagi negara yang menghadapi masalah likuiditas jangka pendek atau kesulitan neraca pembayaran. Kerja sama CMIM dibentuk pada 2010 dengan nilai komitmen sebesar USD240 miliar.
 
"Adapun langkah penguatan tersebut antara lain peningkatan porsi fasilitas CMIM IMF De-Linked Portion (IDLP) dari semula 30 persen menjadi 40 persen dan penambahan komponen mata uang lokal negara-negara anggota ASEAN+3 pada fasilitas CMIM," kata Onny dalam keterangan tertulis, Sabtu, 19 September 2020.
 
Ia menjelaskan negara-negara yang tergabung forum ASEAN+3 juga menggarisbawahi pentingnya peningkatan kerja sama keuangan regional untuk memperkuat ketahanan ekonomi dan keuangan di kawasan, terutama di tengah kondisi pandemi covid-19.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menambahkan pandemi covid-19 telah menimbulkan ketidakpastian prospek ekonomi dan keuangan ke depan. Karena itu, pemerintah melakukan penanganan covid-19 secara komprehensif.
 
Melalui partisipasi bank sentral dalam membiayai pengeluaran pemerintah untuk penanganan covid-19, ia berharapa realisasi anggaran untuk mendorong pemulihan perekonomian nasional dan mendukung UMKM dapat optimal.
 
"Koordinasi dan kerja sama di antara pemangku kebijakan merupakan kunci utama. Sejalan dengan itu, Bank Indonesia akan terus memperkuat sinergi antara ekspansi moneter dan akselerasi stimulus fiskal pemerintah," pungkas dia.

 
(Des)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif