Ilustrasi pembatasan sosial berskala mikro - - Foto: MI/ Seno
Ilustrasi pembatasan sosial berskala mikro - - Foto: MI/ Seno

Pelaku Pasar Apresiasi Langkah Pemerintah Atasi Lonjakan Covid-19

Ekonomi Virus Korona Pasar Keuangan PSBB pandemi covid-19
Husen Miftahudin • 15 Juni 2021 17:00
Jakarta: Direktur PT TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi menilai para pelaku pasar merespons positif langkah cepat pemerintah menanggulangi lonjakan pandemi covid-19.
 
Kenaikan infeksi covid-19 secara signifikan dalam beberapa hari terakhir membuat pemerintah kembali menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) mikro tahap sembilan yang berlangsung selama 14 hari, mulai dari 14 Juni hingga 28 Juni.
 
"PPKM mikro kembali diperpanjang di 34 provinsi, dan diharapkan dengan pengetatan PPKM dan percepatan vaksinasi ini bisa terus mendorong pemulihan ekonomi di tahun ini," ujar Ibrahim dalam keterangan tertulis yang diterima Medcom.id, Selasa, 15 Juni 2021.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ibrahim menjelaskan bahwa lonjakan covid-19 di Indonesia terjadi karena masuknya varian baru dari India. Kondisi ini perlu diwaspadai mengingat varian baru covid-19 tersebut lebih mudah tertular dibandingkan virus covid-19 pada umumnya.
 
Selain penerapan kembali PPKM mikro, pemerintah juga harus mempercepat proses vaksinasi. Hal ini penting, pasalnya, saat ini tingkat vaksinasi di Indonesia masih sangat rendah.
 
"Perlu strategi baru agar vaksinasi semakin cepat. Karena tanpa vaksinasi yang cepat, akan mengakibatkan varian baru terus menyebar," paparnya.
 
Salah satu strategi barunya adalah dengan melakukan vaksinasi massal. Langkah ini dinilai efektif meredam lonjakan covid-19 yang terjadi dalam beberapa hari terakhir di Indonesia.
 
Di sisi lain, Bank Indonesia (BI) terus melakukan intervensi di pasar valuta asing (valas), Surat Utang Negara (SUN), dan obligasi di perdagangan Domestic Non Deliverable Forward (DNDF) guna meredam pelemahan mata uang rupiah.

 
"Sehingga pelemahan mata uang rupiah bisa diminimalisir sekecil mungkin, dan ini terbukti bisa dilakukan oleh Bank Indonesia," tegas dia.
 
Dengan strategi-strategi tersebut, diharapkan perekonomian nasional bergerak ke arah positif. Meski dinilai tidak akan mencapai target pertumbuhan ekonomi 7,0 persen sampai 8,0 persen, namun para pelaku pasar optimistis Indonesia bisa keluar dari jurang resesi.
 
"Walaupun angka positifnya tidak sesuai dengan ekspektasi pemerintah sebesar 7,0 persen hingga 8,0 persen, namun sudah cukup bagus bagi Indonesia untuk keluar dari resesi," tutup Ibrahim.

 
(Des)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif