Ilustrasi. Foto: MI/Rommy Pujianto
Ilustrasi. Foto: MI/Rommy Pujianto

Keputusan Suku Bunga The Fed Bikin Dolar Gilas Rupiah Sore Ini

Ekonomi rupiah melemah Kurs Rupiah The Fed
Husen Miftahudin • 27 Januari 2022 18:00
Jakarta: Pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) mengalami pelemahan usai Bank Sentral AS, Federal Reserve, mempertahankan kebijakan moneternya. Hal ini sebagai langkah The Fed untuk menjinakkan tingkat inflasi yang terus-terusan menanjak.
 
"Dalam perdagangan sore ini, rupiah ditutup melemah 36 poin walaupun sebelumnya sempat melemah 40 poin di level Rp14.389 per USD dari penutupan sebelumnya di level Rp14.353 per USD," ungkap analis pasar uang Ibrahim Assuaibi dalam keterangan tertulisnya, Kamis, 27 Januari 2022.
 
Lebih lanjut Ibrahim menerangkan keputusan The Fed yang mempertahankan level Fed Funds Rate tersebut membuat dolar AS mencapai tertinggi terhadap mata uang utama lainnya. Meskipun Ketua Federal Reserve Jerome Powell mewanti-wanti para investor untuk bersiap menghadapi kenaikan suku bunga AS yang dimulai pada Maret.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Ada 'sedikit ruang' untuk menaikkan suku bunga tanpa mengancam pasar tenaga kerja, sehingga The Fed berencana untuk mulai menaikkan suku bunganya pada Maret," terang dia.
 
Adapun pergerakan dolar AS melonjak sebesar 0,7 persen terhadap yen. Lonjakan harian ini merupakan yang tertajam dalam lebih dari dua bulan. Ini karena prospek kenaikan yang akan segera terjadi sehingga menakuti pasar saham dan mendorong imbal hasil obligasi yang lebih tinggi.
 
"Komunikasi dari anggota Fed menjelang pertemuan ini berarti bahwa poros seharusnya tidak mengejutkan, selera risiko menyusut saat konferensi pers Powell berlangsung, dan sejauh mana komitmen Fed untuk bertindak dalam menghadapi tekanan inflasi yang signifikan menjadi jelas," tuturnya.
 
Sementara itu, pertumbuhan laba industri Tiongkok melambat pada Desember 2021, sedangkan pertumbuhan ekonomi AS dan angka klaim pengangguran akan dirilis di kemudian hari.
 
"Selain itu, investor juga menunggu pertemuan Bank of England minggu depan dan mengawasi gejolak yang menyelimuti Perdana Menteri Boris Johnson, yang berada di bawah tekanan setelah menghadiri pesta selama penguncian," urai Ibrahim.
 
Dari domestik, Ibrahim memandang jumlah kasus varian Omicron di Indonesia telah mencapai 1.766. Angka ini bertambah sebanyak 1.600-an lebih sejak awal tahun, naik drastis dibandingkan penambahan 136 kasus selama Desember 2021.
 
"Pesatnya penambahan kasus varian Omicron membuat Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin harus mengubah kebijakan. Jika sebelumnya konfirmasi kasus dilakukan dengan Whole Genome Sequencing (WGS), ke depan tidak semua kasus akan diperiksa dengan metode tersebut karena akan sangat memakan waktu," jelas Ibrahim.
 
Untuk perdagangan besok, Ibrahim menilai rupiah masih akan melanjutkan pelemahan.
 
"Untuk perdagangan besok, mata uang rupiah kemungkinan dibuka berfluktuatif namun ditutup melemah di rentang Rp14.360 per USD hingga Rp14.410 per USD," tutup Ibrahim.
 
(DEV)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif