Bank Indonesia (BI) menyampaikan perbaikan ekonomi Indonesia dri sebelumnya. Foto: MI/Usman Iskandar.
Bank Indonesia (BI) menyampaikan perbaikan ekonomi Indonesia dri sebelumnya. Foto: MI/Usman Iskandar.

Perbaikan Ekonomi Global Berlanjut, Ekonomi RI Perlahan Membaik

Ekonomi Bank Indonesia Ekonomi Indonesia industri manufaktur
Husen Miftahudin • 15 Oktober 2020 13:30
Jakarta: Bank Indonesia (BI) menyampaikan perbaikan perekonomian global berlanjut sesuai prakiraan sebelumnya. Hal ini terlihat dari pertumbuhan ekonomi domestik secara perlahan mulai membaik, yang dipengaruhi besarnya stimulus fiskal di beberapa negara maju, terutama Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok.
 
Kepala Departemen Komunikasi BI Onny Widjanarko mengatakan, pemulihan ekonomi global mendorong peningkatan beberapa indikator dini September 2020, seperti mobilitas masyarakat global, Purchasing Managers' Index (PMI) Manufaktur dan Jasa di beberapa negara, serta keyakinan konsumen di AS dan kawasan Eropa.
 
"Sementara itu, ketidakpastian pasar keuangan global tetap tinggi, dipicu isu geopolitik. Hal tersebut berdampak pada terbatasnya aliran modal ke negara berkembang dan menahan penguatan mata uang berbagai negara, termasuk Indonesia," ungkap Onny dalam keterangan tertulis yang dikutip dari laman resmi Bank Indonesia, Kamis, 15 Oktober 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Adapun pertumbuhan ekonomi dalam negeri secara perlahan membaik, terutama didorong stimulus fiskal dan perbaikan ekspor. Perkembangan terkini mengindikasikan pemulihan permintaan domestik, setelah mengalami kontraksi pertumbuhan pada kuartal II-2020. Pemulihan tersebut terutama didukung oleh belanja pemerintah yang meningkat dan stimulus fiskal terkait perlindungan sosial dan dukungan kepada pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM).
 
Hingga September 2020, realisasi stimulus fiskal terakselerasi hingga mencapai Rp318,48 triliun atau 45,81 persen dari pagu anggaran belanja. Sementara itu, ekspor lebih baik dari prakiraan ditopang berlanjutnya permintaan global, terutama dari AS dan Tiongkok.
 
Di sisi lain, ketahanan sektor eksternal pada kuartal III-2020 tetap terjaga, di tengah dinamika penyesuaian aliran modal global. Nilai tukar rupiah tetap terkendali didukung langkah-langkah stabilisasi Bank Indonesia. Inflasi juga tetap rendah seiring permintaan yang belum kuat dan pasokan yang memadai.
 
Sejalan kebijakan moneter dan makroprudensial akomodatif Bank Indonesia, kondisi likuiditas tetap longgar dan mendorong penurunan suku bunga. Ketahanan sistem keuangan tetap kuat, meskipun risiko meluasnya dampak covid-19 terhadap stabilitas sistem keuangan terus dicermati.
 
"Transaksi sistem pembayaran, baik tunai maupun nontunai menunjukkan peningkatan sejalan perbaikan ekonomi, disertai percepatan digitalisasi ekonomi dan keuangan," paparnya.
 
Bank Indonesia, sebut Onny, akan terus memperkuat koordinasi kebijakan dengan pemerintah dan otoritas terkait. Koordinasi kebijakan dengan pemerintah, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) untuk memperkuat stabilitas sistem keuangan serta mendorong penyaluran kredit dan pembiayaan bagi pemulihan ekonomi nasional.
 
"Selain itu, BI juga akan terus mempercepat digitalisasi pembayaran dan perluasan ekosistem digital melalui kolaborasi dengan pemerintah, bank, fintech, dan e-commerce untuk pemulihan ekonomi nasional," pungkas Onny.

 
(DEV)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif