Ilustrasi - - Foto: Medcom
Ilustrasi - - Foto: Medcom

IHSG Masih Rawan Aksi Ambil Untung

Ekonomi IHSG bursa saham UU Cipta Kerja
Annisa ayu artanti • 14 Oktober 2020 09:34
Jakarta: Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi terkoreksi pada perdagangan hari ini. Hal tersebut dikarenakan aksi ambil untung atauprofit takingyang masih mewarnai laju indeks.
 
"Hari ini IHSG diperkirakan sedikit terkoreksi setelah beberapa hari terakhir mengalami kenaikan," kata tim riset Samuel Sekuritas Indonesia, Rabu, 14 Oktober 2020.
 
Ia menjelaskan investor masih memantau dan mewaspadai aksi penolakan terhadap Undang-undang Cipta Kerja serta menunggu rilis laporan keuangan kuartal III-2020 para emiten.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Di sisi lain, investor juga turut memperhatikan penambahan kasus covid-19. Tercatat kasus covid-19 Tanah Air bertambah sebanyak 3.906 kasus. Namun penambahan kasus baru lebih rendah dibanding kasus sembuh sejumlah 4.777 orang.
 
Secara total kasus covid-19 di Indonesia mencapai 340.622 dengan kasus aktif tersisa 65,299 kasus. Dengan demikian,cased closedcovid-19 di Indonesia mencapai 80,8 persen.
 
Dari sisi eksternal, International Monetary Fund (IMF) merevisi outlook ekonomi dunia di 2020 dan 2021. Untuk 2020, outlook ekonomi dunia diprediksi minus 4,4 persen, sedikit membaik dibandingkan prediksi sebelumnya minus 4,9 persen. Sementara untuk 2021, IMF memperkirakan ekonomi akan positif 5,2 persen turun dari estimasi sebelumnya yaitu 5,4 persen.
 
Lebih lanjut, tim riset menjelaskan bursa Amerika Serikat ditutup melemah. Pelemahan dikarenakan beberapa faktor, salah satunya adalah Ketua Dewan Perwakilan Amerika Nancy Pelosi kembali menolak proposal stimulus sebesar USD1,8 triliun dari partai republik yang lebih rendah dari proposal partai demokrat sebesar USD2,2 triliun.
 
Selain itu, uji coba vaksin Jhonson & Jhonson (J&J) dihentikan sementara akibat adanya efek samping yang dirasakan oleh relawan.
 
"Namun ada sentimen positif dari mulai masuknya musim laporan keuangan, dimana JP Morgan Chase dan Citi melaporkan kinerja kuartal III-2020 yang lebih tinggi dari estimasi konsensus," pungkasnya.
 
(Des)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif