NEWSTICKER
Ilustrasi - - FOTO: MI/ Rommy Pujiantp
Ilustrasi - - FOTO: MI/ Rommy Pujiantp

Imbas Korona, BI Revisi Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi RI

Ekonomi pertumbuhan ekonomi bank indonesia
Husen Miftahudin • 19 Maret 2020 17:12
Jakarta: Penyebaran virus korona atau covid-19 membuat pemerintah kewalahan mendorong pertumbuhan ekonomi domestik. Tak ayal Bank Indonesia (BI) terpaksa merevisi proyeksi pertumbuhan ekonomi RI tahun ini di kisaran 4,2 persen hingga 4,6 persen.
 
"Dengan perkembangan tersebut, Bank Indonesia merevisi proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia 2020. Dari 5,0 persen hingga 5,4 persen menjadi 4,2 persen hingga 4,6 persen," kata Gubernur BI Perry Warjiyo dalam telekonferensi di Jakarta, Kamis, 19 Maret 2020.
 
Penurunan proyeksi pertumbuhan ekonomi domestik seiring melambatnya prospek pertumbuhan ekonomi dunia dan menurunnya prospek pertumbuhan ekspor barang Indonesia. Meskipun pada Februari 2020 ekspor barang RI meningkat didorong ekspor batu bara, crude palm oil (CPO), dan beberapa produk manufaktur.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Ekspor jasa terutama sektor pariwisata diprakirakan juga menurun akibat terhambatnya proses mobilitas antarnegara sejalan dengan upaya memitigasi risiko perluasan covid-19," jelasnya.
 
Sementara, investasi nonbangunan berisiko melambat dipengaruhi menurunnya prospek ekspor barang dan jasa serta terganggunya rantai produksi. Di sisi lain, Perry mengapresiasi langkah stimulus fiskal yang dilakukan pemerintah dalam meminimalkan dampak covid-19.
 
"Pada saat bersamaan, rencana penyelenggaraan pemilihan kepala daerah serentak diprakirakan dapat menopang prospek pertumbuhan ekonomi," yakin Perry.
 
Meski demikian, Perry optimistis dampak pelemahan ekonomi domestik imbas virus korona tak berlanjut hingga tahun depan. Pascaberakhirnya covid-19, sebutnya, pertumbuhan ekonomi dalam negeri pada 2021 diprakirakan kembali meningkat menjadi di kisaran 5,2 persen hingga 5,6 persen.
 
Menurutnya, peningkatan kembali ekonomi domestik pascaberakhirnya virus korona dipengaruhi oleh upaya pemerintah dalam memperbaiki iklim investasi melalui Rancangan Undang Undang (RUU) Cipta Kerja dan Perpajakan.
 
Bank Indonesia, tegas Perry, akan terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk memonitor secara cermat dinamika penyebaran covid-19 dan dampaknya terhadap Indonesia dari waktu ke waktu.
 
"Selain itu, langkah-langkah koordinasi kebijakan lanjutan perlu ditempuh untuk menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan. Serta menopang pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap baik dan berdaya tahan," urai Perry.
 

(Des)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif