NEWSTICKER
Ilustrasi. FOTO: Medcom.id/Annisa Ayu Artanti
Ilustrasi. FOTO: Medcom.id/Annisa Ayu Artanti

Aksi Rebound IHSG Diyakini hanya Sesaat

Ekonomi ihsg
Annisa ayu artanti • 27 Maret 2020 09:40
Jakarta: Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini diramal rebound kendati hanya jangka pendek. Kondisi itu terjadi lantaran masih ada kekhawatiran mengenai penyebaran virus korona di Indonesia, yang harus bersama-sama dihentikan bersama dan salah satunya mengikuti imbauan dari pemerintah.
 
Analis Reliance Sekuritas Indonesia Lanjar Nafi mengatakan penguatan itu seakan menutup ketertinggalan IHSG setelah libur pada Rabu dan di saat mayoritas indeks bereuforia sesaat.
 
"Aksi rebound IHSG ini pun berpotensi jangka pendek," kata Lanjar, seperti dikutip dari riset hariannya, di Jakarta, Jumat, 27 Maret 2020.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ia yakin penguatan tersebut hanya sebentar karena melihat investor asing tercatat hanya melakukan aksi beli bersih sebesar Rp646 miliar dan indeks future AS mulai berkontraksi dan kembali melemah. Selain itu, pergerakan IHSG juga masih bergantung pada sentimen virus korona dalam negeri.
 
Hal itu lantaran jumlah kasus pandemi dalam negeri yang terus bertambah telah melumpuhkan beberapa sektor bisnis. Berdasarkan data Kamis, 26 Maret, jumlah pasien positif covid-19 sebanyak 893 pasien, terdiri dari pasien dirawat sebanyak 780 orang, pasien sembuh 35 orang, dan pasien meninggal dunia sebanyak 78 orang.
 
"Sehingga diperkirakan IHSG akan bergerak cenderung berat di akhir pekan dengan potensi melemah pada rentang 4.200-4.400," sebut dia.
 
Selanjutnya, kata Lanjar, investor akan menanti data tingkat pengangguran Amerika Serikat yang diperkirakan melonjak signifikan dan progres RUU stimulus USD2 triliun. Sedangkan dari dalam negeri kasus covid-19 masih akan menjadi topik utama yang akan memengaruhi pergerakan indeks seiring mulai banyaknya penutupan sementara bisnis di beberapa daerah.
 
Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat rebound IHSG kemarin merupakan kenaikan tertinggi dalam sejarah. IHSG berhasil naik 11 persen menyentuh level 4.370,66.
 
Selain itu pada perdagangan kemarin bursa juga mencatat rekor frekuensi transaski tertinggi yaitu sebanyak 879.652 kali. Pada rekor sebelumnya pada 12 September 2019 lalu rekor frekuensi tercatat 655.380 kali
 
Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota BEI Laksono Widodo mengatakan pergerakan positif IHSG kemarin mengikuti indeks dunia yang menunjukkan pola peningkatan setelah sentimen positif yang datang dari Amerika Serikat. Pemerintah Amerika Serikat sudah memberikan solusi pemberian insentif terhadap ekonominya.
 
"Selama kita tutup kemarin (Selasa waktu setempat), bursa bursa utama dunia mencatatkan kenaikan tajam, terutama di Amerika Serikat karena solusi pemberian insentif ekonominya sudah disetujui," pungkasnya.
 

(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif