Ilustrasi. Foto: Antara/Aprilio Akbar
Ilustrasi. Foto: Antara/Aprilio Akbar

Survei BI: Perbankan Optimistis Kredit 2021 Tumbuh 6%

Ekonomi Perbankan Bank Indonesia Kredit
Husen Miftahudin • 21 April 2021 14:00
Jakarta: Survei Perbankan Bank Indonesia (BI) melaporkan perkiraan kredit di sepanjang 2021 akan jauh lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya. Responden optimistis kredit 2021 tumbuh positif sebesar enam persen (yoy).
 
"Angka ini jauh lebih baik dibandingkan realisasi pertumbuhan kredit 2020 sebesar minus 2,4 persen (yoy)," ungkap hasil survei yang dikutip dari laman resmi Bank Indonesia, Rabu, 21 April 2021.
 
Dalam hasil survei bank sentral tersebut, responden menyampaikan bahwa prakiraan kinerja penyaluran kredit tahun 2021 didukung oleh optimisme terhadap kondisi moneter dan ekonomi, serta relatif terjaganya risiko penyaluran kredit.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Bank Indonesia sebelumnya memprediksi penyaluran kredit baru yang akan meningkat pada kuartal II-2021, terindikasi dari Saldo Bersih Tertimbang (SBT) penyaluran kredit baru sebesar 93,3 persen. Angka ini meningkat dari 30,4 persen pada kuartal I-2021 maupun dibandingkan minus 33,9 persen pada kuartal yang sama di 2020.
 
"Prakiraan pertumbuhan tersebut mengindikasikan kinerja pembiayaan yang semakin membaik pada kuartal II-2021," ungkap hasil survei BI.
 
Adapun prioritas utama responden dalam penyaluran kredit baru kuartal II-2021 adalah kredit modal kerja, diikuti oleh kredit investasi, dan kredit konsumsi. Sedangkan pada jenis kredit konsumsi, penyaluran kredit kepemilikan rumah/apartemen masih menjadi prioritas utama, diikuti oleh penyaluran kredit multiguna dan kredit kendaraan bermotor.
 
Sejalan dengan prakiraan meningkatnya pertumbuhan kredit baru, kebijakan penyaluran kredit pada kuartal II-2021 diprakirakan tidak seketat periode kuartal sebelumnya. Hal ini sebagaimana terindikasi dari Indeks Lending Standard (ILS) sebesar 2,8 persen, sedikit lebih rendah dibandingkan empat persen pada kuartal sebelumnya.
 
"Standar penyaluran kredit yang diperkirakan tidak seketat kuartal sebelumnya, yaitu kredit investasi dan kredit UMKM. Sementara itu, aspek kebijakan penyaluran yang diprakirakan tidak seketat kuartal sebelumnya antara lain premi kredit berisiko, agunan, dan persyaratan administrasi," papar BI.
 
Sementara itu, pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) di sepanjang 2021 diprakirakan melambat dari tahun sebelumnya. Hal ini tercermin dari Saldo Bersih Tertimbang (SBT) prakiraan penghimpunan DPK 2021 sebesar 77,7 persen, positif meski lebih rendah dibandingkan 88,0 persen pada tahun sebelumnya.
 
"Optimisme prakiraan pertumbuhan DPK tersebut antara lain dipengaruhi oleh faktor suku bunga dan kondisi likuiditas bank," tutup survei tersebut.
 
 
(DEV)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif