Kebijakan OJK diharapkan dapat mencegah meluasnya pandemi covid-19. Foto: dok. MI
Kebijakan OJK diharapkan dapat mencegah meluasnya pandemi covid-19. Foto: dok. MI

Jokowi: Kebijakan OJK Harus Mampu Cegah Meluasnya Dampak Pandemi

Ekonomi OJK presiden joko widodo pandemi covid-19 Pemulihan Ekonomi Nasional
Husen Miftahudin • 20 Januari 2022 15:19
Jakarta: Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengharapkan kebijakan dan instrumen yang dikeluarkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dapat mencegah meluasnya dampak pandemi covid-19. Kebijakan dan instrumen tersebut juga harus mendukung akselerasi pemulihan ekonomi.
 
"Karena itu kebijakan dan instrumen pengawasan yang dikeluarkan OJK harus mampu mencegah meluasnya dampak pandemi covid-19, khususnya terhadap perekonomian dan sektor keuangan," ujar Jokowi dalam Pertemuan Tahunan Industri Jasa Keuangan (PTIJK) 2022 di Jakarta Convention Center (JCC), Kamis, 20 Januari 2022.
 
Menurut Jokowi, kebijakan dan instrumen yang dikeluarkan OJK harus mampu membantu sektor informal dan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) agar mampu bertahan. "Kita harapkan bahkan bisa tumbuh lebih baik dengan melakukan berbagai inovasi dan terobosan," tuturnya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Kepala Negara menyampaikan pandemi covid-19 yang berkepanjangan betul-betul telah menimbulkan luka mendalam bagi hampir seluruh sektor. Di saat yang sama, juga terjadi gangguan rantai pasok global (global supply chain disruption) yang memicu peningkatan harga komoditas dunia dan menimbulkan inflasi global yang semakin tidak menentu.
 
"Karena itu, diperlukan strategi penanganan yang lebih spesifik, harus detail dan efektif, serta penuh kehati-hatian agar tidak mengganggu upaya-upaya pemulihan yang sedang kita lakukan," tegas dia.
 
Dia bilang, pada 2022 ini menjadi momentum bagi pemulihan ekonomi nasional karena penanganan pandemi sudah semakin terkendali. Meskipun ia mengingatkan agar semua pihak tetap hati-hati karena masih adanya varian Imicron yang harus diwaspadai.
 
Jokowi membeberkan, pencapaian vaksinasi terus meningkat dimana 310 juta vaksin telah disuntikkan. Dari jumlah tersebut, 85 persen masyarakat telah mendapatkan dosis pertama dan 58 persen masyarakat mendapatkan dosis kedua. Bahkan pemerintah telah memulai vaksin booster.
 
"Penanganan pandemi covid-19 yang semakin membaik ini harus dimanfaatkan untuk membangkitkan optimisme, memberikan keyakinan, memberikan kepercayaan yang lebih besar kepada masyarakat dan kepada para pelaku usaha untuk segera melanjutkan aktivitas ekonomi dan aktivitas-aktivitas produktif lainnya," tutup Jokowi.
 
(DEV)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif