Ilustrasi. Foto: Grafis Medcom.id
Ilustrasi. Foto: Grafis Medcom.id

Jangan Coba-coba Pinjam Uang di Pinjaman Online Ilegal

Ekonomi OJK Pinjaman Online
Husen Miftahudin • 06 Juli 2020 19:47
Jakarta: Jika Anda mengalami kesulitan biaya dan terpaksa meminjam di platform fintech peer to peer lending alias pinjaman online, pastikan meminjam di pinjol terdaftar dan berizin di Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Cek juga pinjaman online yang Anda pilih terdaftar dan sudah menjadi anggota Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI).
 
Bila tidak terdaftar dan berizin, sudah bisa dipastikan bahwa pinjaman online tersebut ilegal. Bila demikian, jangan coba-coba Anda melakukan pinjaman di platform tersebut.
 
Selain mengenakan bunga tinggi dan jangka waktu pinjaman pendek, pinjaman online ilegal juga akan meminta akses semua data kontak di ponsel nasabah. Parahnya lagi, data kontak tersebut akan digunakan pinjol ilegal untuk mengintimidasi saat penagihan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ini merupakan cara pertama yang disarankan Ketua Satgas Waspada Investasi (SWI) Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Tongam Lumban Tobing kepada calon peminjam yang hendak melakukan pinjaman di platform pinjaman online. Selain ini, terdapat beberapa cara lainnya yang disarankan Tongam agar masyarakat terhindar dari jerat pinjaman online ilegal.
 
"Pinjam sesuai kebutuhan dan kemampuan. Pinjam untuk kepentingan yang produktif. Pahami juga manfaat, biaya, bunga, jangka waktu, denda, dan risikonya," beber Tongam kepada Medcom.id, Senin, 6 Juli 2020.
 
Terkait legalitas platform pinjaman online, Tongam menjelaskan bahwa perusahaan penyelenggara fintech peer to peer lending yang terdaftar atau berizin wajib mengikuti ketentuan dari OJK. Di antaranya, aplikasi pinjol tersebut hanya diperbolehkan untuk dapat mengakses kamera, mikrofon, dan lokasi.
 
Sementara, kontak yang diberikan kepada platform pinjol tersebut adalah kontak darurat yang disampaikan oleh pengguna kepada penyelenggara. Sehingga, pinjol yang terdaftar atau berizin di OJK tidak dapat mengakses kontak ataupun penyimpanan (storage) handphone pengguna platform.
 
Di samping itu, terdapat Pedoman Perilaku yang sudah ditentukan AFPI sebagai asosiasi yang menaungi perusahaan penyelenggara pinjol yang terdaftar dan berizin di OJK. Di antaranya terkait penetapan jumlah total biaya pinjaman yang tidak boleh melebihi suku bunga flat sebesar 0,8 persen per hari.
 
"Penetapan jumlah total biaya, biaya keterlambatan, dan seluruh biaya-biaya lainnya maksimal 100 persen dari nilai prinsipal pinjaman. Kemudian larangan Predatory Lending atau praktik pemberian pinjaman yang mengenakan syarat, ketentuan, bunga, dan/atau biaya-biaya yang tidak wajar bagi penerima pinjaman," urai Tongam.
 
Soal jangka waktu pinjaman bisa beragam, tergantung pengguna aplikasi. Untuk itu, pengguna aplikasi perlu memahami syarat dan ketentuan pengguna serta perjanjian pinjaman yang telah disepakati.
 
"Pemberi pinjaman juga harus memahami bahwa risiko gagal bayar maupun keterlambatan yang bukan disebabkan oleh kegagalan sistem penyelenggara fintech lending, sepenuhnya menjadi tanggung jawab dari pemberi pinjaman," tutup Tongam.
 
(DEV)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif