Gubernur BI Perry Warjiyo - - Foto: Medcom/ Husen Miftahudin
Gubernur BI Perry Warjiyo - - Foto: Medcom/ Husen Miftahudin

BI Bantah Penggunaan Dana Haji untuk Perkuat Rupiah

Ekonomi penguatan rupiah bank indonesia dana haji
Eko Nordiansyah • 05 Juni 2020 22:04
Jakarta: Bank Indonesia (BI) membantah dana haji digunakan untuk penguatan nilai tukar rupiah. Kabar tersebut sebelumnya telah diklarifikasi oleh Badan Pelaksana Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH).
 
"Saya sudah lihat Pak Anggito (Kepala BPKH) sudah keluarkan siaran pers dan penjelasan. Intinya pemberitaan itu tidak benar, bahwa BPKH akan mengunakan dana haji untuk nilai tukar, itu sudah dijelaskan seperti itu," kata Gubernur BI Perry Warjiyo dalam video conference di Jakarta, Jumat, 5 Juni 2020.
 
Perry menjelaskan dalam pengelolaan dana haji, selalu ada kebutuhan dalam bentuk rupiah maupun valuta asing (valas). Maka wajar jika BPKH mengelola keuangannya sesuai dengan kebutuhan penyelenggaran ibadah haji.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Tentu saja logikanya kalau BPKH itu ada dana rupiah, sementara kebutuhannya ada rupiah dan valas, ya wajar sebagian dari dana haji itu ada yang ditempatkan di valas," jelas dia.
 
Menurutnya keputusan internal BPKH untuk melakukan pergeseran dana dari rupiah ke valas didasarkan atas berbagai pertimbangan. Hal tersebut juga dilakukan oleh para eksportir atau importir.
 
"Kalau stabilitas rupiah itu wewenang BI dan kami senantiasa komunikasi ke pelaku pasaar, baik (pelaku usaha) ekspor impor, Pertamina, BPKH juga saat mau masuk pasar. Itu kewenangannya BI menjaga (stabilitas rupiah)," tegasnya.
 
BPKH sebelumnya menegaskan dana sebesar USD600 juta tidak berkaitan dengan pembatalan haji 2020. Kepala BPKH Anggito Abimanyu pun tidak pernah memberikan pernyataan terkait dengan pembatalan haji 2020, apalagi menyangkut dana USD600 tersebut.
 
"Dana tersebut memang tersimpan di rekening BPKH dan jika tidak dipergunakan untuk penyelenggaraan ibadah haji, akan dikonversi ke dalam mata uang rupiah dan dikelola oleh BPKH," tulis Divisi Komunikasi dan Humas BPKH, dalam klarifikasinya, Rabu, 3 Juni 2020.
 
Adapun dana konversi rupiah itu sendiri nantinya tetap akan tersedia dalam rekening BPKH yang aman dan dipergunakan dalam menunjang penyelenggaraan ibadah haji.
 
Seluruh dana kelolaan jemaah haji senilai lebih dari Rp135 triliun per Mei 2020 dalam bentuk rupiah dan valuta asing dikelola secara profesional pada instrumen syariah yang aman dan likuid.
 

(Des)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif