Ilustrasi. Foto : Istimewa.
Ilustrasi. Foto : Istimewa.

Pelita Samudera Shipping Bagi Dividen USD1,9 Juta

Ekonomi emiten setoran dividen
Husen Miftahudin • 08 Juni 2020 12:09
Jakarta: Perusahaan jasa angkutan laut PT Pelita Samudera Shipping Tbk (PSSI) akan menggunakan USD1,9 juta atau setara Rp26,6 miliar (kurs Rp14 ribu per USD) dari 14 persen total laba bersih yang dicetak perseroan sebanyak USD13,26 juta (Rp185,64 miliar) sebagai dividen tunai. Nilai yang dibagikan sebesar Rp5 per lembar saham.
 
Perusahaan juga akan menggunakan USD664 ribu (Rp9,29 miliar) atau lima persen dari laba bersih tahun lalu sebagai dana cadangan. Kemudian sebanyak USD10,7 juta (Rp149,8 miliar) atau 81 persen laba bersih ditempatkan sebagai laba ditahan.
 
"Secara total, pembayaran dividen ini adalah yang keempat sejak perseroan mencatatkan saham perdananya di Desember 2017," tulis manajemen dalam keterangan tertulis yang diterima Medcom.id, Senin, 8 Juni 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pada tahun lalu PSSI mencatatkan kenaikan laba bersih di luar pendapatan lain-lain sebanyak 44 persen dari tahun sebelumnya. Hal ini sejalan dengan ekspansi perseroan dalam rangka memperkuat pertumbuhan jangka panjang dengan membeli empat unit MV, dua unit tongkang, dan satu unit Kapal Tunda.
 
Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST), perusahaan juga menyetujui perubahan struktur pengurus perseroan. Pemegang saham menyutujui pengunduran diri Setya Rahadi dan Helena Adnan dari jabatannya sebagai Direktur dan Direktur Independen.
 
Perseroan juga melaksanakan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang di antaranya menyetujui fasilitas pinjaman jangka panjang dari Citibank Indonesia sebesar USD20 juta dengan tenor 2,5 tahun.
 
"Hal ini mencerminkan tingkat kepercayaan yang tinggi dari institusi keuangan terhadap kinerja dan prospek bisnis perseroan yang solid di mana fasilitas pinjaman dari Citibank adalah pertama kalinya diberikan untuk perusahaan pelayaran di Indonesia," ungkap manajemen.
 
Pemegang saham juga menyetujui pembentukan anak usaha di Singapura untuk pengembangan lini usaha ke luar negeri. Hal ini diharapkan dapat memberi peluang kepada perseroan untuk meraih pasar internasional dan melayani permintaan transportasi logistik dengan lebih cepat dan efisien.
 
Secara struktur modal, perseroan memiliki posisi leverage yang terjaga dengan baik di mana total utang berbunga dibandingkan ekuitas dan rasio gearing per 31 Maret 2020 mencapai 0,39 kali dan 0,32 kali, sejalan dengan pembayaran utang dan akumulasi laba. Posisi likuiditas yang baik juga terlihat dari rasio lancar per 31 Maret 2020 sebesar 0,7 kali.

 
(SAW)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif