Ilustrasi. FOTO: MI/ROMMY PUJIANTO
Ilustrasi. FOTO: MI/ROMMY PUJIANTO

Rupiah Kokoh di Rp14.640/USD

Ekonomi Kurs Rupiah
Angga Bratadharma • 12 Agustus 2020 09:51
Jakarta: Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan Rabu pagi terpantau menguat ketimbang hari sebelumnya di posisi Rp14.680 per USD. Mata uang Garuda sukses menyalip mata uang Paman Sam di tengah ketegangan baru antara Amerika Serikat (AS) dengan Tiongkok.
 
Mengutip Bloomberg, Rabu, 12 Agustus 2020, nilai tukar rupiah pada perdagangan pagi dibuka menguat ke Rp14.640 per USD. Pagi ini nilai tukar rupiah bergerak di kisaran Rp14.640 hingga Rp14.645 per USD. Sedangkan menurut Yahoo Finance, nilai tukar rupiah berada di posisi Rp14.483 per USD.
 
Sementara itu, dolar Amerika Serikat naik tipis, dengan euro menyerah pada akhir perdagangan Selasa waktu setempat (Rabu WIB). Hal itu karena selera risiko investasi memburuk setelah seorang pejabat tinggi Senat AS mengatakan negosiasi di Kongres mengenai paket stimulus tambahan untuk pandemi virus belum berkembang.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Tempat berlindung aman mata uang lainnya seperti yen dan franc Swiss juga menarik, ketika memotong kerugian terhadap dolar. Dalam perdagangan sore hari, indeks dolar naik 0,1 persen menjadi 93,709, mencapai level tertinggi satu minggu di awal sesi.
 
Pemimpin Senat AS dari Partai Republik Mitch McConnell mengatakan negosiator Gedung Putih belum berbicara dengan para pemimpin Demokrat di Kongres tentang undang-undang bantuan virus korona setelah pembicaraan macet minggu lalu.
 
Saham-saham Wall Street berbalik lebih rendah setelah pernyataan McConnell, sementara harga-harga obligasi negara AS mengurangi kerugian. “Kita akan terjebak di sini sebentar. Dan itu masalah besar," kata Marc Chandler, kepala strategi pasar, di Bannockburn Forex di New York, mengomentari kebuntuan tersebut.
 
“Apa yang akan terjadi pada orang-orang yang tidak akan memotong cek USD600? Tanpa itu berarti kita kehilangan pendapatan dan kita kehilangan konsumsi,” tambahnya.
 
Euro merosot menjadi 1,1733 dolar. Mata uang tunggal sebelumnya mencapai tertinggi sesi di atas USD1,18 setelah survei sentimen ekonomi ZEW naik menjadi 71,5 dari 59,3 bulan sebelumnya, jauh melebihi perkiraan pada 58,0.
 
(ABD)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif