Foto: dok MI.
Foto: dok MI.

Rupiah Loyo ke Rp14.532/USD

Ekonomi rupiah melemah Kurs Rupiah
Husen Miftahudin • 02 Juli 2021 17:05
Jakarta: Kurs rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) masih terpantau melemah hingga akhir pekan ini. Mata uang Garuda sudah tertekan sejak awal pekan ini.
 
Mengutip data Bloomberg, Jumat, 2 Juli 2021, pada penutupan perdagangan akhir pekan ini, nilai tukar rupiah terhadap USD melemah ke level Rp14.532 per USD.
 
Mata uang Garuda tersebut melemah 30 poin atau setara 0,21 persen dari posisi Rp14.502 per USD pada penutupan perdagangan di hari sebelumnya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sementara menukil data Yahoo Finance, rupiah justru berada di zona hijau pada posisi Rp14.530 per USD. Rupiah menguat lima poin atau setara 0,03 persen dari Rp14.535 per USD di penutupan perdagangan hari sebelumnya.
 
Sedangkan berdasar pada data kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dolar Rate (Jisdor), rupiah diperdagangkan di level Rp14.564 per USD atau melemah 25 poin dari nilai tukar rupiah pada perdagangan hari sebelumnya sebesar Rp14.539 per USD.
 
"Untuk perdagangan minggu depan, yaitu Senin, mata uang rupiah kemungkinan dibuka berfluktuatif namun ditutup melemah di rentang Rp14.520 per USD sampai Rp14.570 per USD," ujar Direktur PT TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi dalam keterangan tertulis yang diterima Medcom.id, Jumat, 2 Juli 2021.
 
Adapun pergerakan nilai tukar rupiah pada perdagangan akhir pekan ini kembali tertekan setelah pengumuman kebijakan PPKM darurat oleh pemerintah kemarin. Meskipun sebenarnya, para pelaku pasar merespons positif langkah berani yang diambil pemerintah guna menekan laju penyebaran pandemi covid-19 di Indonesia.
 
"Langkah tersebut sejalan dengan prasyarat pemulihan ekonomi yang telah digadang-gadang baik oleh pemangku jabatan/stakeholder maupun masyarakat secara luas bahwa pengendalian pandemi merupakan prasyarat utama guna menuju langkah berikutnya yaitu pemulihan ekonomi," kata dia.
 
Menurut Ibrahim, pemerintah sudah tahu bahwa dalam penerapan PPKM darurat akan ada yang dirugikan, terutama pertumbuhan ekonomi (mati suri). Namun pemerintah sudah mengambil langkah strategis dengan mementingkan kesehatan masyarakat walaupun pertumbuhan ekonomi di kuartal ketiga kemungkinan akan terjadi kontraksi.
 
"Bisa saja (kontraksi ekonomi di kuartal III-2021) di 2-4 persen. Namun pemerintah tetap legawa kalau seandainya benar-benar ekonomi akan terkontraksi," paparnya.
 
Pemerintah juga berharap PPKM darurat dibarengi dengan dukungan masyarakat untuk berdisiplin menerapkan protokol kesehatan pencegahan covid-19, sehingga dapat efektif menurunkan kasus baru virus korona. Jika PPKM darurat efektif menekan kasus baru, maka dampak pembatasan mobilitas ke pertumbuhan ekonomi dapat dimitigasi.
 
Selain itu, pemerintah pusat dan daerah cukup tanggap dan cepat dengan menerapkan PPKM darurat, termasuk dengan percepatan vaksinasi covid-19, mengendalikan mobilitas, dan memperkuat penerapan protokol kesehatan. Apalagi pemerintah dalam PPKM darurat mencanangkan vaksinasi dua  juta orang dalam sehari dan di September 2021, masyarakat Indonesia sudah divaksinasi seluruhnya.
 
"Kebijakan ini yang pasar selalu apresiasi tentang kinerja pemerintah yang terus proaktif guna untuk menekan laju varian baru covid-19. Apalagi Presiden Joko Widodo turun langsung dalam penanganan PPKM darurat dan vaksinasi," jelas Ibrahim.
 
(AHL)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif