Bank MNC Motion Banking. Foto : MNC Bank.
Bank MNC Motion Banking. Foto : MNC Bank.

Strategi MNC Bank untuk Masuk BUKU III

Ekonomi Perbankan mnc bank
Arif Wicaksono • 20 Juni 2021 08:51
Jakarta: PT Bank MNC Internasional Tbk (MNC Bank atau BABP) menargetkan menjadi bank BUKU III setelah adanya penambahan modal melalui rights issue. Dengan masuk BUKU III banyak strategi yang bisa dilakukan untuk menggaet nasabah dan pengembangan bisnis.
 
Executive Chairman MNC Group Hary Tanoesoedibjo menjelaskan target dana yang dihimpun dari rights issue tersebut akan menjadikan MNC Bank naik ke BUKU III.
 
Bank BUKU III merupakan bank dengan modal inti Rp5 triliun hingga Rp30 triliun. Saat ini, BABP berada di Buku II, bank dengan modal inti Rp1 triliun hingga Rp5 triliun. Hary menjelaskan semakin banyak dana yang diperoleh akan semakin meningkatkan kemampuan leverage dari bank tersebut.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Semakin besar size daripada bank atau aset semakin besar lagi kekuatannya," katanya dalam keterangan resminya, Minggu, 20 Juni 2021.
 
Dalam rights issue itu banyak anchor investor yang sudah melakukan pendekatan, melakukan negosiasi.
 
"Banyak sekali yang datang untuk menjalin kerja sama, akan dicari yang bisa memberikan nilai tambah, karena funding satu hal, tapi tidak kalah pentingnya bagaimana bisa membangun MotionBanking ke depan supaya lebih cepat lagi tumbuhnya," jelasnya.
 
Selain itu, penambahan modal melalui Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) ini akan juga ditawarkan kepada publik. Dana yang diperoleh dari aksi korporasi tersebut akan digunakan untuk memperkuat struktur permodalan MNC Bank.
 
Langkah ini juga bisa memperluas kapasitas pinjaman MNC Bank dan akuisisi nasabah secara digital untuk mendukung pertumbuhan bisnis, dan yang terpenting untuk mendukung pengembangan MotionBanking sebagai aplikasi perbankan digital paling terintegrasi,
 
Seperti  Pengembangan Credit Scoring berbasiskan AI dan pengintegrasian MotionPay serta kartu kredit virtual (Visa dan Mastercard) dan aplikasi fintech terkait lainnya yang dimiliki MNC Group maupun pihak eksternal.
 
Presiden Direktur MNC Bank Mahdan menjelaskan bahwa right issue dengan penawaran saham  diprioritaskan untuk investor strategis atau investor finansial yang dapat memberikan nilai tambah dalam pengembangan layanan perbankan digital MotionBanking.
 
Kinerja
 
Pada kuartal I-2021 kinerja BABP masih belum membaik dibandingkan dengan tahun lalu. Pendapatan bunga bersih perusahaan mencapai Rp85 miliar dan pendapatan operasional sebesar Rp53 miliar. Setelah dikurangi beban lainnya, laba operasional mencapai Rp3,1 miliar atau turun dari tahun sebelumnya pada kuartal I  sebesar Rp7,1 miliar.
 
Ekuitas perusahaan sebesar Rp1,5 triliun atau relatif tak berubah dengan ekuitas pada kuartal I tahun lalu. Total utang BABP mencapai Rp9,6 triliun atau turun dari tahun sebelumnya sebesar Rp10,1 triliun.
 
Meskipun laba belum naik lebih tinggi dari kuartal I 2020, tetapi kinerja saham BABP sudah naik 541 persen dalam setahun karena terbawa efek Motionbanking yang baru diluncurkan pada awal tahun ini.

 
(SAW)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif