Presiden Direktur BCA Jahja Setiaadmaja. Foto: Medcom.id.
Presiden Direktur BCA Jahja Setiaadmaja. Foto: Medcom.id.

Nasabah KPR Paling Banyak Minta Restrukturisasi

Ekonomi bca kpr
Ade Hapsari Lestarini • 13 Juli 2020 22:59
Jakarta: Pandemi covid-19 membuat berbagai sektor terguncang. Tak terkecuali untuk Kredit Pemilikan Rumah (KPR). Sektor ini menjadi yang paling banyak dimintai restrukturisasi.
 
"Dalam artian mereka tidak sanggup membayar cicilan seperti perjanjian kredit seperti semula, mereka minta penurunan cicilan, banyak sekali (minta restrukturisasi)," kata Presiden Direktur PT Bank Central Asia Tbk (BCA) Jahja Setiaadmaja, dalam virtual editor meeting, Senin, 13 Juli 2020.
 
Namun demikian, lanjut Jahja, bukan berarti mereka sama sekali tidak mampu mencicil. Bahkan sebagian besar masih mampu mencicil.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Tapi tadinya mungkin Rp5 juta-Rp10 juta jadi Rp12 juta atau jadi Rp4 juta, mengurangi cicilan. Tapi mereka tetap sanggup. Karena menurut saya yang betul-betul tidak sanggup itu yang terkena langsung dampak covid, itu untuk konsumer," jelasnya.
 
Jahja mencontohkan, kemampuan para nasabah untuk tetap mencicil ini karena mereka merupakan karyawan dan relatif punya gaji tetap. Namun apabila pengusaha dan memang terkena lockdown, maka akan susah.
 
"Tapi ke depan mereka memang harusnya bisa bayar, dari perusahaan saya pikir yang terkena dibidang perhotelan, pariwisata, airlines, itu terkena sekali," ujarnya.
 
Sementara sektor lainnya, cukup dengan modal kerja yang diberikan atau sedikit tambahan injeksi. Selama ini, kata dia, banyak perusahaan korporasi sudah menanggung profit cukup besar.
 
"Hingga ada kalanya mereka harus bisa top up modal juga, atau paling tidak hanya profitability yang menurun, tapi likuiditas masih oke," pungkasnya.
 

(AHL)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif