Foto: dok BTN.
Foto: dok BTN.

Kurs Rupiah di Akhir Pekan Melaju ke Rp14.090/USD

Ekonomi rupiah menguat Kurs Rupiah
Husen Miftahudin • 27 November 2020 16:58
Jakarta: Pergerakan kurs rupiah pada penutupan perdagangan akhir pekan ini terpantau menguat tipis jika dibandingkan dengan penutupan perdagangan sebelumnya.
 
Mengutip data Bloomberg, Jumat, 27 November 2020, kurs rupiah ditutup menguat dibandingkan penutupan hari sebelumnya, yakni berada di posisi Rp14.090 per USD.
 
Mata uang Garuda tersebut menguat tipis 10 poin atau setara 0,07 persen. Rentang gerak harian rupiah berada di level Rp14.090 per USD sampai Rp14.117 per USD.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menukil data Yahoo Finance, rupiah juga berada di zona hijau pada posisi Rp14.107 per USD. Rupiah menguat 17 poin atau setara 0,13 persen dari Rp14.125 per USD di penutupan perdagangan hari sebelumnya.
 
Sedangkan berdasarkan data kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dolar Rate (Jisdor), rupiah justru diperdagangkan di level Rp14.145 per USD atau melemah sebanyak 15 poin dari nilai tukar rupiah pada perdagangan hari sebelumnya sebesar Rp14.130 per USD.
 
Direktur PT TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi menjelaskan penguatan rupiah karena para pelaku pasar masih menaruh rasa optimistis terhadap kerja keras pemerintah yang terus mengupayakan untuk mendapatkan vaksin antivirus korona.
 
"Pemerintah sampai saat ini terus berusaha dan berupaya semaksimal mungkin untuk mengamankan kesepakatan pengadaan vaksin baik dari Tiongkok, Inggris, maupun Amerika Serikat," ungkap dia dalam hasil risetnya.
 
Indonesia, Brasil, Meksiko, India, dan Rusia adalah negara-negara berkembang yang kemungkinan akan menerima vaksin paling awal. Izin penggunaan vaksin kemungkinan bisa diberikan dalam hitungan bulan.
 
"Kalau memang benar Indonesia akan mendapatkan vaksin lebih awal, maka ada harapan besar ekonomi bisa pulih lebih cepat ketimbang negara-negara lain. Mengutip riset Goldman Sachs Global Investment Research, vaksinasi yang lebih cepat bisa membuat pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai lebih dari enam persen tahun depan," tuturnya.
 
(AHL)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif