Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso. Foto : MI.
Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso. Foto : MI.

OJK: Restrukturisasi Pinjaman Leasing Capai Rp168,77 Triliun

Ekonomi OJK pandemi covid-19
Husen Miftahudin • 28 September 2020 11:17
Jakarta: Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat nilai outstanding restrukturisasi pinjaman yang dilakukan lembaga pembiayaan (leasing) hingga 22 September 2020 mencapai sebesar Rp168,77 triliun. Sebanyak 182 perusahaan pembiayaan sudah menjalankan restrukturisasi pinjaman tersebut.
 
"Restrukturisasi lembaga pembiayaan sudah ada sebesar Rp160-an triliun. Ini adalah cerminan jumlah nasabah yang mengalami kesulitan untuk membayar pokok dan tunai," kata Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso dalam webinar yang dikutip Senin, 28 September 2020.
 
Hingga saat ini, seluruh perusahaan leasing yang terdaftar di regulator sudah mengimplementasikan program restrukturisasi pinjaman ini. Total ada 182 perusahaan pembiayaan yang sudah merestrukturisasi pinjaman nasabahnya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Adapun total permohonan restrukturisasi yang masuk ke perusahaan pembiayaan mencapai 5,21 juta kontrak. Artinya, sebanyak 619.056 kontrak restrukturisasi di antaranya masih dalam proses persetujuan.
 
Sementara itu, restrukturisasi kredit perbankan sampai dengan 7 September 2020 telah mencapai Rp878,57 triliun. Keringanan kredit ini diberikan kepada 7,38 juta nasabah yang terdampak pandemi covid-19.
 
"Ini adalah debitur yang direstrukturisasi, luar biasa. Ini kalau kita lihat dari persentase total kredit adalah sekitar 20-25 persen dari kredit sekitar Rp5.000 triliun," paparnya.
 
Dari jumlah tersebut, outstanding untuk sektor usaha mikro kecil menengah (UMKM) mencapai Rp359,11 triliun dengan jumlah debitur sebanyak 5,82 juta debitur. Sedangkan sebanyak 1,44 juta debitur lainnya merupakan debitur non-UMKM dengan total saldo pokok plafon pinjaman perjanjian kredit (baki debet) yang direstrukturisasi senilai Rp519,46 triliun.
 
"Restrukturisasi kredit itu artinya, ini adalah cerminan seberapa besar nasabah-nasabah itu terkontaminasi dari dampak covid-19 ini," tutup Wimboh.

 
(SAW)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif