Ilustrasi pergerakan IHSG hari ini - - Foto: MI/ Adam Dwi
Ilustrasi pergerakan IHSG hari ini - - Foto: MI/ Adam Dwi

IHSG Diramal Menguat Terbatas Hari Ini

Ekonomi IHSG Saham Bursa Saham IHSG Menguat
Annisa ayu artanti • 12 Mei 2022 09:00
Jakarta: Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi menguat terbatas pada perdagangan hari ini. Indeks diprediksi akan bergerak di level support 6.732-6.774 dan resistance 6.880-6.944.
 
Analis Artha Sekuritas Indonesia Dennies Christopher mengatakan setelah sebelumnya melemah tiga hari berturut-turut, secara teknikal candlestick membentuk higher high dan higher low dengan stochastic yang membentuk golden cross di area oversold mengindikasikan potensi penguatan.

"Penguatan diperkirakan akan terbatas dikarenakan pergerakan masih dibayangi ketidakpastian dari sentimen global," katanya dalam riset harian, Kamis, 12 Mei 2022.
 
Saat ini sebagian besar investor melakukan aksi bargain hunting. Investor menilai saham, terutama yang saham perusahaan yang berkapitalisasi besar mulai memasuki fase oversold.
 
Di sisi lain, pergerakan masih dibayangi ketidakpastian secara global seperti rilis inflasi, data ketenagakerjaan dan indeks harga konsumen Amerika Serikat. Adapun ketiganya membuat bursa Amerika Serikat ditutup melemah pada perdagangan kemarin. Indeks Dow Jones ditutup melemah 1,02 persen, Nasdaq ditutup melemah 3,18 persen, dan S&P 500 ditutup melemah 1,65 persen.  
 
"Wall Street kembali tak berdaya. Tiga indeks utama ditutup melemah setelah data inflasi AS. Tekanan pada bursa saham AS datang setelah Departemen Tenaga Kerja AS merilis laporan indeks harga konsumen (CPI) April," ucapnya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ia menambahkan inflasi AS pada April 2022 ini telah mencapai puncaknya namun kemungkinan inflasi akan terus kuat sehingga untuk menjaganya The Fed akan melakukan pengereman guna mendinginkan permintaan.
 
"Ini adalah inflasi terkecil sejak Agustus lalu. Namun, hasil tersebut masih lebih tinggi dibanding hasil survei. Kekhawatiran investor tentang apakah Fed akan terus menaikkan suku bunga secara agresif telah memukul pertumbuhan saham dengan sangat keras," pungkasnya. 

 
(Des)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif