Ilustrasi. FOTO: MI/ATET DWI PRAMADIA
Ilustrasi. FOTO: MI/ATET DWI PRAMADIA

Tak Berdaya, Kurs Rupiah Pagi Dibuka di Rp14.614/USD

Ekonomi rupiah rupiah melemah Kurs Rupiah Dolar AS
Angga Bratadharma • 13 Mei 2022 09:39
Jakarta: Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan Jumat pagi atau di akhir pekan terpantau melemah ketimbang penutupan di hari sebelumnya di posisi Rp14.598 per USD. Mata uang Garuda belum mampu menguat signifikan karena terus dibayangi kebijakan agresif The Fed menaikkan suku bunga.
 
Mengutip Bloomberg, Jumat, 13 Juni 2022, nilai tukar rupiah pada perdagangan pagi dibuka tertekan ke level Rp14.614 per USD. Pagi ini nilai tukar rupiah bergerak di kisaran Rp14.604 hingga Rp14.625 per USD. Sedangkan menurut Yahoo Finance, nilai tukar rupiah berada di posisi Rp14.577 per USD.

 
Sementara itu, dolar naik ke level tertinggi baru 20 tahun pada akhir perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB). Hal itu karena berlanjutnya kekhawatiran tindakan bank sentral untuk menurunkan inflasi yang tinggi akan menghambat pertumbuhan ekonomi global, meningkatkan daya tarik mata uang safe haven.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Data dari Departemen Tenaga Kerja AS menunjukkan klaim pengangguran awal mingguan naik ke level tertinggi dalam tiga bulan, meskipun pasar tenaga kerja tetap menjadi kekuatan ekonomi AS.
 
Di sisi inflasi, indeks harga produsen (IHP) menunjukkan perlambatan tajam pada April ke kenaikan 0,5 persen dari lonjakan 1,6 persen bulan sebelumnya, sebagian berkat penurunan tajam dalam produk energi. Dalam 12 bulan hingga April, IHP meningkat 11,0 persen setelah berakselerasi 11,5 persen pada Maret dan di atas perkiraan peningkatan 10,7 persen.
 
"IHP sedikit bervariasi menjadi sedikit kurang dari yang diperkirakan hari ini tetapi secara keseluruhan masih banyak yang perlu dikhawatirkan jika S&P dilanda jual lagi itu akan secara luas mendukung dolar," kata Direktur FX & Precious Metals Risk Management Erik Bregar, di Silver Gold Bull Inc di Toronto.

Level tertinggi

Indeks dolar naik 0,798 persen pada 104,840 setelah menyentuh 104,92, level tertinggi sejak 12 Desember 2002. Euro jatuh 1,38 persen menjadi 1,0366 dolar setelah jatuh ke 1,0352 dolar, terendah sejak 3 Januari 2017.
 
Setelah The Fed menaikkan suku bunga acuan overnight sebesar 50 basis poin minggu lalu, kenaikan terbesar dalam 22 tahun, investor telah mencoba untuk menilai seberapa agresif jalur kebijakan bank sentral nantinya. Menurut Alat FedWatch CME, ekspektasi sepenuhnya memperkirakan kenaikan lain setidaknya 50 basis poin pada pertemuan bank sentral Juni.
 
Gubernur Bank Sentral Irlandia Gabriel Makhlouf bergabung dengan paduan suara pembuat kebijakan Bank Sentral Eropa yang menyerukan Dewan Gubernur untuk bertindak mengatasi inflasi, meskipun tidak harus pada kecepatan yang sama dengan The Fed.
 
(ABD)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif