Ilustrasi. FOTO: MI/RAMDANI
Ilustrasi. FOTO: MI/RAMDANI

Tetap Waspada! IHSG Berpotensi Labil Hari Ini

Angga Bratadharma • 20 Mei 2022 09:22
Jakarta: Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan bergerak labil pada perdagangan di akhir pekan seiring belum ada katalis positif yang membuat indeks kembali ke atas level 7.000. Sejumlah sentimen negatif masih membayangi seperti memanasnya tensi geopolitik dan keputusan The Fed untuk agresif dalam memerangi inflasi di Amerika Serikat (AS).
 
Kasus covid-19 di Indonesia ada penambahan 318 kasus baru kemarin atau turun 2,8 persen ketimbang hari sebelumnya dengan daily positive rate 0,3 persen. Recovery rate 97,4 persen dan kasus aktif turun sebesar 3.766 pada hari yang sama.
 
Dari dalam negeri, hari ini akan rilis data current account Indonesia di kuartal I-2022 yang diperkirakan sebesar USD1 miliar (dibandingkan dengan USD1,4 miliar). Dari regional, pagi ini pasar Asia dibuka menguat. Nikkei melonjak 0,15 persen dan Kospi menguat 0,52 persen.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"IHSG diperkirakan masih ada kecenderungan sideways hari ini," sebut Samuel Research Team, seperti dikutip dari riset hariannya, Jumat, 20 Mei 2022.
 
Sementara itu, Wall Street berakhir lebih rendah setelah sesi bergejolak pada akhir perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB). Cisco Systems merosot setelah memberikan prospek yang suram, sementara investor khawatir tentang inflasi dan kenaikan suku bunga.
 
Indeks S&P 500 merosot 0,58 persen atau 22,89 poin, mengakhiri sesi di 3.900,79. Indeks Komposit Nasdaq melemah 0,26 persen atau 29,66 poin menjadi 11.388,50. Indeks Dow Jones Industrial Average turun 0,75 persen atau 236,94 poin menjadi 31.253,13.
 
Saham Cisco merosot 13,7 persen setelah pembuat peralatan jaringan itu menurunkan prospek pertumbuhan pendapatan 2022, mendapat pukulan dari keluarnya Rusia dan kekurangan komponen terkait dengan penguncian covid-19 di Tiongkok. Apple dan pembuat cip Broadcom masing-masing turun 2,5 persen dan 4,3 persen, dan membebani Indeks S&P 500.
 
"Kenyataannya adalah inflasi semakin panas dan suku bunga meningkat. Sampai Anda mendapatkan tingkat inflasi yang mulai melambat, kita akan mengalami peningkatan volatilitas, dan dalam pandangan kami terus berlanjut sepanjang sebagian besar bulan-bulan musim panas," kata Kepala Strategi Ekuitas US Bank Wealth Management, Terry Sandven.
 
Twitter naik 1,2 persen setelah Bloomberg melaporkan eksekutif perusahaan mengatakan kepada staf bahwa kesepakatan senilai USD44 miliar Elon Musk berjalan seperti yang diharapkan dan mereka tidak akan menegosiasikan ulang harga.
 
(ABD)


LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif