Ilustrasi. Foto: Antara/Sigid Kurniawan
Ilustrasi. Foto: Antara/Sigid Kurniawan

OJK Optimistis Kredit Perbankan Tumbuh 4%

Ekonomi OJK Kredit
Husen Miftahudin • 02 Juli 2020 20:02
Jakarta: Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memegang penuh optimisme terhadap penyaluran kredit industri perbankan yang bakal tumbuh positif di tengah perlambatan ekonomi imbas meluasnya penyebaran pandemi covid-19. Tahun ini, OJK yakin pertumbuhan kredit perbankan capai empat persen.
 
"Kita mendapati data bahwa perbankan kita masih optimis, kreditnya tumbuh positif dan mereka bahkan mengatakan bisa mencapai empat persen. Itu kan bagus sekali," kata Kepala Eksekutif Pengawasan Perbankan OJK Heru Kristiyana dalam acara diskusi livestream, Kamis, 2 Juli 2020.
 
Menurut Heru, optimistisnya industri perbankan terhadap pertumbuhan kredit tahun ini karena adanya pelonggaran pembatasan sosial berskala besar (PSBB). Kebijakan tersebut memberikan dampak positif bagi pertumbuhan sektor riil.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Sedikit pelonggaran di PSBB itu memberikan dampak yang luar biasa kepada sektor riil kita untuk bisa tetap tumbuh. Jadi kita optimistis memandang perbankan kita ke depan di dalam menghadapi pandemik covid-19 ini," tuturnya.
 
Senada, Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Sunarso juga optimistis terhadap pertumbuhan kredit tahun ini. Ia memproyeksi penyaluran kredit BRI di 2020 ini bakal tumbuh sekitar empat hingga lima persen.
 
"Saya sampaikan bahwa kredit kita proyeksikan akan tetap tumbuh positif. Positifnya berapa? Masing-masing bank beda-beda. Saya mewakili BRI yang kami proyeksikan akan tumbuh sekitar empat sampai lima persen," jelasnya.
 
Ketua Himpunan Bank-bank Milik Negara (Himbara) ini juga yakin penyaluran kredit secara industri di 2020 akan tetap tumbuh positif. Meskipun besarannya bakal lebih seret ketimbang capaian tahun lalu yang mampu tumbuh 6,08 persen.
 
"Kalau tahun lalu industri perbankan bisa menumbuhkan kredit sekitar enam persen, dan tahun ini pun kredit masih tumbuh positif. Berapa persentasenya? Saya katakan, tahun ini pun kredit kita proyeksi akan tetap tumbuh positif," tegasnya.
 
Menurut Sunarso, tumbuh positifnya permintaan kredit utamanya ditopang dari segmen usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dengan sektor seperti pertanian, peternakan, transportasi, pariwisata, perumahan, hingga konstruksi.
 
Mengalirnya permintaan kredit lantaran aktivitas sudah mulai dibuka kembali setelah sempat terhenti akibat PSBB. Aktivitas bisnis pun mulai kembali menggurita dengan tetap menegakkan protokol kesehatan yang ketat di tengah era kenormalan baru (new normal).
 
"Aktivitas-aktivitas ekonomi sudah mulai dibuka kembali, terutama makanan. Kita kan tetap makan, maka kemudian petani-petani, peternak semua harus tetap berproduksi. Tempat-tempat mereka berproduksi, mendistribusikan barang dan jasa yang dihasilkan itu adalah tempat-tempat loan demand (permintaan kredit), ke sana kita akan menyasar," pungkas Sunarso.
 

(DEV)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif