IHSG. Foto : MI.
IHSG. Foto : MI.

68 Emiten Masih Berminat IPO di 2020

Ekonomi ipo
Ilham wibowo • 05 Agustus 2020 21:06
Jakarta: Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyebut bahwa pelaku usaha yang menghimpun dana di pasar modal tetap optimistis menyongsong masa pemulihan ekonomi. Saat ini terdapat 68 calon emiten yang akan melakukan penawaran umum perdana atau IPO baik dalam saham maupun surat berharga.
 
"Dalam pipeline per 28 Juli 2020, terdapat 68 emiten yang akan melakukan penawaran umum dengan total penawaran diperkirakan mencapai Rp40,54 triliun. Ini merupakan sinyal positif bahwa pengusaha masih melakukan penghimpunan dana melalui pasar modal domestik," kata Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso, dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu, 5 Agustus 2020.
 
Ia memaparkan bahwa penghimpunan dana di pasar modal hingga 28 Juli 2020 sebesar Rp54,13 triliun dengan kemunculan 28 emiten baru. Jumlah tersebut lebih kecil dari periode yang sama 2019 sebesar Rp109,18 triliun dari 94 emiten baru.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"OJK akan senantiasa mengoptimalkan berbagai kebijakan yang telah dikeluarkan untuk mendukung upaya pemulihan ekonomi domestik dan menjaga stabilitas sektor jasa keuangan sehingga dapat menjadi katalis dalam menggerakkan roda perekonomian," ujarnya.
 
Adapun, Penawaran Umum Terbatas (PUT) hingga Juli 2020 turun 62,89 persen menjadi Rp9,52 triliun dari 8 penawaran dibandingkan dengan periode yang sama 2019 senilai Rp25,66 triliun dari 12 penawaran.
 
Kemudian Penerbitan Efek Bersifat Utang dan Sukuk (EBUS) tercatat tidak ada, sementara periode yang sama tahun lalu tercatat Rp 2,25 triliun dari tiga emiten. Lalu Penawaran Umum Berkelanjutan (PUB) EBUS Tahap I tercatat Rp12,79 triliun dari 23 emiten dan PUB EBUS Tahap II senilai Rp28,85 triliun dari 26 emiten.
 
"OJK akan terus mencermati perkembangan makroekonomi dan pasar keuangan baik global maupun domestik dan juga kondisi sektor jasa keuangan. Kami siap mengambil berbagai kebijakan yang diperlukan untuk menjaga stabilitas serta meningkatkan peran sektor jasa keuangan dalam mendorong percepatan pemulihan ekonomi nasional," pungkasnya.
 
(SAW)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif