NEWSTICKER
Ilustrasi. FOTO: Medcom.id/Annisa Ayu Artanti
Ilustrasi. FOTO: Medcom.id/Annisa Ayu Artanti

Pelemahan IHSG Diramal Terbatas

Ekonomi ihsg
Annisa ayu artanti • 19 Maret 2020 08:41
Jakarta: Pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diramal mulai terbatas di tengah kerawanan rebound dari kondisi oversold. Meski demikian, virus korona masih menjadi katalis negatif dan tetap memiliki peluang menekan gerak IHSG, yang diperparah dengan adanya perang harga minyak antara Arab Saudi dengan Rusia.
 
Mengutip riset harian BNI Sekuritas, Kamis, 19 Maret 2020, disebutkan IHSG menunjukkan momentum bearish didukung oleh stichastic oversold. Tren jangka pendek masih akan bearish selama di bawah level 4.930 dan tren jangka menengah juga akan bearish selama masih di bawah 5.300.
 
"Namun untuk hari ini indeks diperkirkan akan bergerak dan diperdagangkan di level 4.360-4550," sebut BNI Sekuritas.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Beberapa saham yang direkomendasikan BNI Sekuritas hari ini di antaranya adalah PT Astra International Tbk (ASII), PT Semen Indonesia Tbk (SMGR), PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE), dan PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP).
 
Sementara itu, Analis Artha Sekuritas Dennnies Christoper mengatakan IHSG masih akan melemah karena dibayangi kekhawatiran terhadap penyebaran virus korona terutama dari dalam negeri. Untuk hari ini, ia memperkirkan pergerakan indeks akan berada di level support 4.170-4.243 dan resistance 4.432-4.548.
 
"Secara teknikal tren bearish masih cukup kuat. Pergerakan akan dipengaruhi tingginya ketidakpastian dari perekonomian akibat dampak dari virus korona," sebutnya.
 
Ia menambahkan pergerakan indeks hari ini juga akan bergantung pada sikap investor terhadap hasil penetapan suku bunga serta pernyataan Bank Indonesia terkait kondisi perekonomian terkini. "Investor akan berfokus pada penetapan suku bunga dan pernyataan terkait perekonomian dari Bank Indonesia," ucapnya.
 
Lebih lanjut, Dennies menyatakan hari ini pihaknya tidak memberikan rekomendasi beli karena kondisi market yang masih sangat volatil dan masih ada potensi melanjutkan pelemahan.
 

(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif