Foto: istimewa.
Foto: istimewa.

Emiten Blue Chip Tetap Seksi di Tengah Pandemi Korona

Ekonomi emiten
Ade Hapsari Lestarini • 07 April 2020 11:49
Jakarta: Saham-saham emiten yang berada di bawah naungan indeks LQ45, sebagai saham unggulan Bursa Efek Indonesia (BEI) tetap menarik dan seksi di mata investor.
 
Kendati terjadi pelemahan ekonomi di tengah maraknya pandemi virus korona (covid-19) di Tanah Air,tetapi investor tetap melirik saham-saham unggulan yang berkapitalisasi pasar besar tersebut.
 
Bahkan, di tengah gejolak Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), analis pasar modal tetap merekomendasikan saham-saham LQ45 ini untuk dikoleksi investor. Saham yang direkomendasikan di antaranya PT Indofarma Tbk (INAF), PT Kalbe Farma Tbk (KLBF), PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS), PT Unilever Indonesia TBK (UNVR), dan PT Astra International Tbk (ASII).
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Analis meyakini saham-saham emiten berkapitalisasi pasar besar ini akan cepat berbalik arah di kala indeks membaik. Apalagi, emiten-emiten tersebut memiliki fundamental yang bagus dan telah terbukti mampu bertahan di saat ekonomi mengalami kontraksi.
 
Hal ini tercatat pada saat IHSG menguat 188,40 poin atau naik 4,07 persen ke level 4.811,83 pada akhir perdagangan Senin, 6 April 2020, saham ASII merupakan salah satu saham yang paling aktif diperdagangkan dengan nilai transaksi sebesar Rp282,2 miliar.
 
Saham lain yang juga diincar investor yakni PT Bank Rakyat Indonesia TBk (BBRI) dengan nilai transaksi Rp 845,25 miliar dan PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) dengan nilai transaksi Rp375,77 miliar.
 
"Saham-saham yang ada saat ini sudah banyak yang undervalued, sehingga merupakan kesempatan yang baik untuk mulai masuk," ujar Direktur Riset dan Investasi Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus, dalam keterangan resminya, Selasa, 7 April 2020.
 
Baca: Harga Undervalued, Waktunya Koleksi Saham Emiten Unggulan
 
Di sisi lain, perlahan-lahan kepercayaan investor mulai pulih. Apalagi, jika penanganan pandemi Covid-19 ini bisa lebih cepat selesai maka hal itu akan membuat pasar lebih bergairah lagi.
 
Direktur Eksekutif Asosiasi Emiten Indonesia Samsul Hidayat menambahkan dalam kondisi seperti saat ini keputusan untuk berinvestasi sangat ditentukan oleh keyakinan investor terhadap emiten yang bersangkutan. Ia juga menyebutkan, sampai saat ini prospek pasar modal masih tetap menjanjikan. Apalagi bagi emiten yang mempunyai banyak bidang usaha.
 
Mantan Direktur Penilaian Perusahaan BEI tersebut mengatakan dalam kondisi seperti saat ini, emiten yang memiliki beragam usaha bisa saling menopang satu sama lain. Biasanya, usaha mereka lebih bertahan dan berkelanjutan karena jenis investasinya berbeda-beda. Sehingga, perusahaan tersebut bisa saling menutupi jika terjadi penurunan.
 
Selain itu laporan kinerja perseroan 2019 yang sudah mulai dipublikasikan akan menjadi pijakan investor dalam menentukan keputusannya. Berdasarkan laporan kinerja 2019, PT Astra International Tbk tercatat meraih laba bersih Rp21,71 triliun atau naik tipis 0,18 persen dari Rp21,67 triliun pada tahun sebelumnya.
 
Laba bersih saham pun stabil di Rp536 per lembar. Sedangkan, data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menunjukkan penjualan mobil grup Astra pada Februari 2020 mencapai 43.065 unit, meningkat 5,76 persen dari Januari 2020.
 
Kendati penjualan otomotif tahun ini diprediksi akan turun 30 persen akibat pandemik virus korona, tetapi saham ASII tetap menarik untuk dikoleksi. Apalagi, pada medio tahun ini, Astra International Tbk akan melakukan penyegaran di level top manajemen. Hal itu diharapkan akan membawa angin segar bagi kemajuan perseroan di tengah krisis akibat pandemi virus korona di Tanah Air.
 
Emiten multinasional dengan kapitalisasi pasar Rp153,84 triliun ini memiliki beragam lini bisnis di antaranya otomotif, jasa keuangan, alat berat, pertambangan, konstruksi dan energi, agribisnis, infrastruktur dan logistik, teknologi informasi, serta properti.
 
Selain saham ASII, sejumlah perusahaan grup Astra yang juga mencatatkan sahamnya di bursa efek Indonesia yakni PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) yang bergerak di sektor perkebunan, PT Acset Indonusa Tbk (ACST) yang bergerak di kontruksi bangunan, Astra Graphia Tbk (ASGR) yang bergerak di jasa komputer dan perangkat komputer lainnya, PT Astra Autopart Tbk (AUTO) yang bergerak di sektor Otomotif & Komponen, PT United Tractor Tbk (UNTR) di sektor Perdagangan Besar Barang Produksi, serta PT Bank Permata Tbk (BNLI) di sektor perbankan.
 

(AHL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif