Foto: AFP.
Foto: AFP.

Rupiah Diprediksi Stagnan di Level Rp16 Ribu/USD

Ekonomi kurs rupiah
Media Indonesia • 06 April 2020 07:46
Jakarta: Nilai tukar rupiah pada Jumat, 3 April 2020, bergerak menguat 103 poin (0,63 persen) di Rp16.367 per USD. Seperti yang diketahui sejak awal tahun (year to date), rupiah telah tertekan 15,10 persen.
 
Sedangkan kurs tengah Bank Indonesia (Jisdor) berada di posisi Rp16.741 per USD pada 2 April 2020.
 
Kepala Ekonom Permata Bank Josua Pardede memprediksikan dalam jangka pendek, pergerakan rupiah masih berada di kisaran Rp16 ribu per USD. Menurut Josua, setidaknya hal ini akan terus berlangsung stagnan hingga wabah pandemi covid-19 ini mulai berkurang dampaknya.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Apabila puncak wabah telah terlewati, rupiah diperkirakan akan kembali menguat seiring dengan masuknya kembali investor ke pasar negara berkembang," ungkapnya pada Media Indonesia, Minggu, 5 April 2020.
 
Lebih lanjut, Josua juga mengapresiasi langkah Bank Indonesia (BI) demi stabilisasi nilai tukar Rupiah di pasar finansial. Beberapa kebijakan terlah dilakukan, selain melakukan triple intervention dan penguatan first line of defense.
 
Salah satu kebijakan BI yang patut diapresiasi menurutnya ialah kerja sama Currency Swap Line yang diharapkan dapat mendorong confidence pelaku pasar bahwa kondisi second line of defense dipersiapkan untuk meningkatkan likuiditas valas.
 
"Selain itu BI juga sudah melakukan pertemuan virtual dengan para investor sebagai salah satu cara agar para investor asing tidak panic selling di tengah wabah yang tengah terjadi," ujar Josua.
 
Bila melihat dari sisi pemerintah, Josua beranggapan bahwa pemerintah perlu fokus untuk flattening the curve yakni kurva perkembangan kasus covid-19 di Indonesia.
 
Hal ini dapat dilakukan dengan mendorong percepatan penanganan krisis kesehatan yang dialami dengan peningkatan kualitas rumah sakit dan tenaga medis untuk penanganan covid-19 yang diharapkan dapat membatasi laju kenaikan kasus penyebaran yang saat ini bergerak secara eksponensial.
 
"Selain itu, setelah Perppu mendapatkan persetujuan dari DPR, maka alokasi anggaran terkait jaring pengaman sosial dan bantuan sosial lainnya dalam rangka mendukung daya beli masyarakat perlu disalurkan tepat sasaran dan cepat untuk membatasi penurunan konsumsi rumah tangga akibat penurunan aktivitas ekonomi nasional," pungkasnya.
 
Dengan langkah-langkah tersebut dan penguatan koordinasi kebijakan antara pemerintah, BI, OJK dan LPS, Josua berharap hal ini dapat membatasi capital flight dari pasar keuangan yang selanjutnya dapat mendukung stabilitas rupiah.
 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif