Wijaya Karya. Foto: Dok.MI
Wijaya Karya. Foto: Dok.MI

Utang Belum Dilunasi Pemerintah, Beban Capex WIKA Naik

Ekonomi wijaya karya
Annisa ayu artanti • 01 Juli 2020 12:24
Jakarta: PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) mengatakan perseroan memikul beban belanja modal (capital expenditure/capex) yang membengkak akibat utang pemerintah belum dilunasi.
 
Direktur Utama Wijaya Karya Agung Budi Waskito menyebutkan sampai Juni 2020 pemerintah masih berutang kepada perseroan sebesar Rp59,93 miliar. Utang tersebut merupakan kewajiban pemerintah kepada perseroan terkait dana talangan tanah pada proyek jalan tol Serang-Panimbang.
 
"Jadi tersisa Rp59 miliar yang masih dalam tahap verifikasi BPKP (Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan)," sebut Agung dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi VI DPR-RI di Komplek Parlemen Senayan, Rabu, 1 Juli 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ia menjelaskan, dalam proyek jalan tol Serang-Panimbang, total dana talangan tanah yang harus dikeluarkan pemerintah melalui LMAN sebesar Rp1,27 triliun. Namun, hingga Juni 2020 total pembayaran dana talangan baru sebesar Rp1,21 triliun.
 
Dengan rincian pada 2018 pemerintah telah membayarkan dana talangan tanah tersebut sebesar Rp233,35 miliar. Kemudian pada 2019 sebesar Rp802,89 miliar dan hingga 2020 sebesar Rp174,69 miliar.
 
Di sisi lain, selama dana talangan tanah dari pemerintah tersebut belum cair, Agung menyebutkan, perseroan mencatat cost of fund dari selisih bunga sebesar Rp55 miliar. Sehingga utang dan cost of fund tersebut menjadi beban perseroan.
 
"Hal tersebut berdampak pada beban capex yang naik, sehingga usulan kami bagaimana selisih cost of fund ini bisa masuk sebagai pengakuan penambahan biaya investasi yang bisa saja diterbitkan PMK," jelasnya.
 
Berdasarkan bahan presentasi Wijaya Karya, jalan tol Serang Panimbang tercatat sebagai salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN). Jalan tol ini akan menghubungkan Serang dan Panimbang dengan total panjang 83,68 km.
 
Nilai investasi proyek tersebut sebesar Rp3,31 triliun dan hingga kini progres proyek tersebut sudah mencapai 65,6 persen.

 

(DEV)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif