Ketua DK OJK Wimboh Santoso - - Foto: Medcom/ Husen Miftahudin
Ketua DK OJK Wimboh Santoso - - Foto: Medcom/ Husen Miftahudin

OJK: Keringanan Kredit dari Bank Capai Rp517,2 Triliun

Ekonomi ojk kredit
Husen Miftahudin • 03 Juni 2020 19:15
Jakarta: Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso mengatakan industri perbankan sudah memberikan keringanan atau restrukturisasi kredit sebesar Rp517,2 triliun hingga 26 Mei 2020. Keringanan kredit ini diberikan kepada 5,3 juta debitur yang terdampak pandemi virus korona (covid-19).
 
"Dari jumlah itu sebesar Rp250,6 triliun di antaranya merupakan (debitur) UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah) dengan jumlah debitur 4,5 juta," ujar Wimboh dalam konferensi pers usai rapat terbatas bersama Presiden Joko Widodo di Jakarta, Rabu, 3 Juni 2020.
 
Sementara sebanyak lebih dari 780 ribu debitur lainnya merupakan debitur non-UMKM dengan total saldo pokok plafon pinjaman perjanjian kredit (baki debet) yang direstrukturisasi senilai Rp266,5 triliun.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


OJK melihat terdapat 102 bank yang berpotensi mengimplementasikan restrukturisasi kredit kepada 14,64 juta debitur dengan baki debet sebanyak Rp1.275,3 triliun. Potensi tersebut terdiri dari 12,5 juta debitur UMKM dengan baki debet sebesar Rp538,2 triliun. Sedangkan debitur non-UMKM sebanyak 2,14 juta orang dengan baki debet mencapai Rp737,1 triliun.
 
Regulator juga mencatat adanya kenaikan jumlah restrukturisasi pinjaman yang telah dilakukan perusahaan pembiayaan. Per 31 Mei 2020, seluruh perusahaan pembiayaan yang terdaftar di OJK sudah mengimplementasikan program restrukturisasi pinjaman sebanyak 2,4 juta kontrak dengan total outstanding senilai Rp75,08 triliun.
 
Total ada 183 perusahaan pembiayaan yang sudah merestrukturisasi pinjaman nasabahnya. "Sementara, masih ada 583 ribu kontrak yang masih dalam proses persetujuan," ungkap dia.
 
OJK sebelumnya melaporkan, per 26 Mei 2020 ada 183 perusahaan pembiayaan yang sudah mengimplementasikan restrukturisasi pinjaman kepada 2,1 juta debitur terdampak dengan jumlah outstanding mencapai Rp66,78 triliun.
 
Kebijakan restrukturisasi ini tertuang dalam Peraturan OJK (POJK) Nomor 11/POJK.03/2020 tentang Stimulus Perekonomian Nasional sebagai Kebijakan Countercyclical Dampak Penyebaran Covid-19.
 
Adapun mekanisme restrukturisasi kredit dilaksanakan berdasarkan penilaian kualitas aset. Antara lain dengan penurunan suku bunga, perpanjangan jangka waktu, dan pengurangan tunggakan pokok.
 
Keringanan juga dapat berupa pengurangan tunggakan bunga, penambahan fasilitas kredit/pembiayaan, dan konversi kredit/pembiayaan menjadi penyertaan modal sementara.
 
"Restrukturisasi ini ditujukan kepada debitur, baik UMKM maupun non UMKM. Adapun skema yang diterapkan fleksibel tergantung masing-masing bank, bisa penundaan pokok bunga. Tentunya skema akan tergantung dari kondisi masing-masing debitur," tutup Wimboh.
 

(Des)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif