Ilustrasi. FOTO: MI/ROMMY PUJIANTO
Ilustrasi. FOTO: MI/ROMMY PUJIANTO

Kepanikan Investor di Pasar Saham RI Mereda

Ekonomi IHSG BEI pasar modal
Fetry Wuryasti • 02 Desember 2020 08:16
Jakarta: Kepanikan yang melanda investor di Bursa Efek indonesia (BEI) akibat peningkatan kasus penyebaran covid-19 pada perdagangan Senin, 30 November, tidak berlanjut. Investor cukup yakin bahwa pemerintah tidak akan mengambil tindakan drastis berupa penguncian wilayah atau penghentian aktivitas bisnis dan ekonomi secara total.
 
Kondisi itu ditambah adanya sentimen positif dari tingkat inflasi yang kembali meningkat dan naiknya Purchasing Managers Index manufaktur. Kesemuanya membuat investor cukup nyaman untuk melakukan pembelian kembali saham-saham di BEI. IHSG ditutup menguat 112,33 poin atau dua persen ke posisi 5.724,74.
 
Sementara itu, kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 naik 21,77 poin atau 2,47 persen ke posisi 904,83. Analis Indo Premier Sekuritas Mino mengatakan sentimen positif bagi IHSG ada yang bersifat teknis dan nonteknis.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Sentimen teknis ialah selesainya penyesuaian Indeks MSCI dan indeks syariah. Nonteknis yaitu data inflasi yang kembali naik 0,28 persen secara mom, 1,59 secara yoy, dan data manufaktur 50,6, diajukannya calon vaksin Moderna menyusul Pfizer, dan dicalonkannya Janet Yellen jadi Menkeu AS," ujar Mino, dikutip dari Mediaindonesia.com, Rabu, 2 Desember 2020.
 
Dengan dibuka menguat, IHSG relatif nyaman menghabiskan waktu di teritori positif hingga penutupan perdagangan saham. Namun, sekitar pukul 11.00 WIB IHSG sempat terkoreksi. "Tadi pasar sempat negatif karena pengumuman Anies yang terkonfirmasi covid-19," kata Mino.
 
Investor asing masih melakukan penjualan terhadap saham-saham yang dimilikinya. Namun, besarannya sudah jauh berkurang dari Rp3,2 triliun pada perdagangan Senin, 30 November, menjadi sekitar Rp828 miliar pada perdagangan kemarin.
 
Di sisi lain, nilai tukar rupiah masih melepas tipis akibat kekhawatiran penyebab covid-19. Rupiah ditutup melemah 10 poin atau 0,07 persen ke posisi Rp14.130 per USD jika dibandingkan dengan hari sebelumnya Rp14.120 per USD.
 
Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Inarno Djajadi mengatakan sejak Presiden Republik Indonesia Joko Widodo mengumumkan kasus covid-19 pertama di Indonesia pada Maret tahun ini, Bursa Efek Indonesia telah melakukan beberapa kebijakan untuk mengatasi tingginya volatilitas perdagangan.
 
Volatilitas IHSG yang mencapai 11 persen terjadi pada Maret 2020 saat awal pengumuman pandemi di Indonesia. Setelah adanya berbagai kebijakan khusus, volatilitas mulai mereda dan hanya dua kali lonjakan kecil, yaitu pada Agustus ketika rilis laporan kinerja emiten kuartal II, serta jelang rilis pertumbuhan nasional kuartal II.
 
Kemudian pada September pascapengumuman PSBB. "Sampai Oktober, volatilitas indeks sudah cukup normal," pungkas Inarno.
 
(ABD)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif