Director & Chief Marketing Officer Manulife Indonesia Novita Rumngangun. (Foto: Metro TV)
Director & Chief Marketing Officer Manulife Indonesia Novita Rumngangun. (Foto: Metro TV)

Salah Paham yang Kerap Terjadi tentang Asuransi Kesehatan

Ekonomi asuransi Manulife
Gervin Nathaniel Purba • 04 Agustus 2021 07:23
Jakarta: Asuransi kesehatan dinilai masih belum diterima sepenuhnya oleh hampir setiap orang. Hal ini kerap menimbulkan salah paham mengenai manfaat yang ditawarkan dari asuransi kesehatan.
 
Kesalahpahaman yang sering terjadi biasanya karena merasa sehat, memiliki asuransi kesehatan menjadi hal yang sia-sia karena tidak pernah melalukan klaim. Banyak yang menyimpulkan terlalu cepat tanpa memikirkan risiko jangka panjang. 
 
Director & Chief Marketing Officer Manulife Indonesia Novita Rumngangun mengakui hal itu memang masih terjadi hingga sekarang. Bahkan banyak pertanyaan terkait hal itu yang ditujukan langsung kepadanya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Teman-teman atau saudara banyak yang bertanya kepada saya. Nov, jujur aja deh, sebenarnya asuransi kesehatan gak terlalu memberikan manfaat kan," kata Novita, dalam program Do It Metro TV, Rabu, 4 Agustus 2021.
 
Selain itu, banyak yang merasa dirinya masih sehat sehingga tidak membutuhkan proteksi. Padahal dengan adanya proteksi dapat membantu mengelola keuangan dengan baik yang bagus untuk jangka panjang.
 
Mengingat mungkin pandangan itu masih terjadi di masyarakat, Novita mencoba meluruskan pandangan tersebut.

1. Untung Tidak Selalu Harus Sakit

Novita menjelaskan salah kaprah yang kerap terjadi diakibatkan pemikiran yang keliru. Ketika membeli asuransi kesehatan, nasabah tidak dipaksa harus sakit baru bisa mendapatkan keuntungan. 
 
"Kalau membeli asuransi kesehatan, mau untung masa iya harus sakit dulu. Emangnya siapa yang mau sakit? Tidak ada yang ingin," kata Novita, 
 
Asuransi kesehatan pada dasarnya berperan untuk memproteksi biaya yang harus dikeluarkan para nasabah jika jatuh sakit. Tentunya kita semua tidak tahu kapan kita akan jatuh sakit.
 
"Bila terjadi (jatuh sakit) maka fokusnya pada penyembuhan. Bukan terhadap masalah keuangan," kata Novita.

2. Mengantisipasi Peristiwa yang Tidak Terduga

Seperti yang disebutkan pada poin sebelumnya, kita semua tidak tahu kapan akan jatuh sakit atau peristiwa yang mengakibatkan kita cedera yang butuh biaya pengobatan besar. 
 
Novita menganalogikannya dengan ban cadangan pada mobil. Kehadiran ban cadangan memberikan rasa aman ketika sedang melakukan perjalanan meskipun jarang sekali terpakai.
 
"Kadang-kadang kita tidak pernah pakai ban cadangan kan. Apakah rugi? Tentu tidak kan. Perjalanan kita tetap tenang karena ada ban cadangan," ujar Novita.

3. Asuransi Kesehatan Memberikan Ketenangan

Novita menegaskan, kehadiran asuransi kesehatan memberikan ketenangan tanpa perlu mengkhawatirkan pengeluaran biaya kesehatan yang besar. Terlebih pada masa pandemi covid-19 yang penuh ketidakpastian. Setiap orang berisiko besar bisa tertular.
 
"Jika kita sudah tenang, maka imunitas kita naik bukan? Banyak yang ga menyadari hal itu karena dirinya saat ini masih merasa sehat," ujarnya.
 


 
(ROS)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif