Ilustrasi. Foto: AFP/Bay Ismoyo.
Ilustrasi. Foto: AFP/Bay Ismoyo.

Prediksi Gerak Rupiah Hari Ini, Masih Fluktuatif

Ekonomi rupiah menguat Kurs Rupiah
Husen Miftahudin • 14 Juni 2021 07:17
Jakarta: Pergerakan kurs rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) hari ini diprediksi akan fluktuatif. Namun demikian, masih ada peluang mata uang Garuda ini menguat.
 
"Untuk perdagangan Senin, mata uang rupiah kemungkinan dibuka fluktuatif, namun ditutup menguat di rentang Rp14.160 per USD hingga Rp14.210 per USD," ungkap Direktur PT TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi, dalam keterangan tertulis yang diterima Medcom.id, Senin, 14 Juni 2021.
 
Ibrahim mengatakan indeks dolar AS pada pekan lalu melemah terhadap mata uang lainnya karena kenaikan inflasi AS. Kondisi ini lebih cepat dari perkiraan sehingga mendorong investor bertaruh terhadap tekanan harga yang kemungkinan bersifat sementara, meskipun dukungan bank sentral akan tetap ada untuk mengendalikan inflasi tersebut.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Data inflasi AS mengatakan bahwa indeks harga konsumen inti (CPI) tumbuh lebih tinggi dari perkiraan, yakni 3,8 persen (yoy). Itu tumbuh 0,7 persen (mtm) atau berada di atas ekspektasi, tetapi di bawah pertumbuhan April," ucap Ibrahim.
 
Dia melanjutkan, dari sisi bank sentral, investor terus mencerna keputusan kebijakan Bank Sentral Eropa (ECB). Presiden ECB Christine Lagarde juga memperbarui janji untuk pembelian obligasi yang lebih cepat, bahkan ketika para pejabat mengakui untuk pertama kalinya sejak 2018 bahwa ekonomi zona euro tidak lagi dibayangi oleh risiko terhadap prospek pertumbuhannya.
 
Di sisi lain, kasus Brexit kembali mencuat, Inggris secara resmi meninggalkan Uni Eropa pada 2020 lalu. Saat ini kedua belah pihak masih melemparkan ancaman atas kesepakatan Brexit setelah London secara sepihak menunda implementasi klausul Irlandia Utara dari kesepakatan tersebut.
 
"UE dan Inggris mencoba memecahkan teka-teki perbatasan dengan Protokol Irlandia Utara dari perjanjian Brexit yang membuat provinsi itu tetap berada di wilayah pabean Inggris dan pasar tunggal UE," paparnya.
 
(AHL)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif