Ilustrasi. Foto: Medcom.id/Annisa Ayu
Ilustrasi. Foto: Medcom.id/Annisa Ayu

Pulih dari Pandemi, Kinerja Pasar Modal RI Jadi Sorotan Global

Ekonomi IHSG OJK Bursa Saham Pasar Modal Media Group MGN Summit 2022
Husen Miftahudin • 27 Januari 2022 17:08
Jakarta: Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso mengatakan kinerja pasar modal telah pulih kembali seperti pada level prapandemi. Bahkan capaian pasar saham Tanah Air di sepanjang 2021 telah menjadi sorotan bagi pasar keuangan global.
 
"Di akhir tahun lalu, positifnya performa bursa saham Indonesia telah mendapatkan apresiasi luar biasa dari seluruh pemangku kepentingan dimana capaian IHSG tersebut merupakan peringkat ketiga terbaik di kawasan Asia," ucap Wimboh dalam acara Media Group Network (MGN) Summit 2022 yang digelar secara hybrid, Kamis, 27 Januari 2022.
 
Adapun level Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) per 26 Januari 2022 telah mencapai 6.600,82. Angka ini mengalami kenaikan sebesar 0,29 persen secara year to date (ytd).

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sementara itu, nilai kapitalisasi pasar di akhir 2021 berhasil tercatat sebesar Rp8.252 triliun. Raihan ini merupakan yang terbaik kedua di lingkup ASEAN, setelah bursa saham Thailand.
 
"Investor di pasar modal juga melonjak cukup signifikan menjadi 7,5 juta di akhir 2021 lalu, naik sebesar 93 persen dari 2020, lebih dari 80 persen adalah investor milenial," urai dia.
 
Selain itu, penghimpunan dana di pasar modal juga terus menunjukkan tren peningkatan. OJK mencatat di akhir tahun lalu, penghimpunan dana telah mencapai Rp363,3 triliun, atau naik 206 persen dari 2020.
 
"Pertumbuhan penghimpunan dana di bursa saham domestik ini menjadi yang terbaik di kawasan Asia Pasifik, dengan rata-rata pertumbuhan penghimpunan dana di kawasan tersebut hanya sebesar 171 persen," sebut Wimboh.
 
Di sisi lain, Wimboh juga mengungkapkan stabilitas di sektor Industri Keuangan Non Bank (IKNB) juga terjaga dengan baik. Hal ini didukung oleh permodalan yang cukup kuat.
 
Kondisi ini ditunjukkan oleh Risks Based Capital (RBC) industri asuransi jiwa sebesar 539,8 persen dan asuransi umum sebesar 327,3 persen, atau jauh di atas threshold sebesar 120 persen.
 
"Gearing ratio Perusahaan Pembiayaan juga menurun 1,98 kali, atau jauh di bawah batas maksimumnya sebanyak 10 kali," terangnya.
 
Risiko kredit di Perusahaan Pembiayaan juga terpantau stabil dengan Non Performing Financing (NPF) di level 3,53 persen. Angka ini jauh lebih baik dibandingkan level lima persen pada 2020.
 
"Menurunnya NPF ditopang oleh kebijakan restrukturisasi pembiayaan. Hingga 17 Januari 2022, restrukturisasi perusahaan pembiayaan mencapai Rp220,38 triliun dari 5,23 juta kontrak," tutup Wimboh.
 
(DEV)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif