Kerja sama Akulaku Finance Indonesia dan PT Bank Jago Tbk - - Foto: dok Akulaku
Kerja sama Akulaku Finance Indonesia dan PT Bank Jago Tbk - - Foto: dok Akulaku

Bank Jago Guyur Akulaku Rp100 Miliar

Ekonomi Kredit Fintech
Husen Miftahudin • 26 November 2020 20:12
Jakarta: PT Akulaku Finance Indonesia (Akulaku Finance Indonesia) dan PT Bank Jago Tbk (Bank Jago) sepakat menjalin kerja sama pembiayaan melalui skema channeling. Melalui kesepakatan ini, Bank Jago mengguyur Akulaku sebesar Rp100 miliar untuk meningkatkan penyaluran kredit pada para penggunanya.
 
Presiden Direktur Akulaku Finance Indonesia Efrinal Sinaga menjelaskan kesepakatan ini merupakan salah satu strategi perusahaan dalam menciptakan pertumbuhan bisnis yang positif di tengah pandemi, sekaligus membantu pemerintah dalam mendorong pemulihan ekonomi akibat pandemi covid-19.
 
"Daya beli konsumen dan ekspansi sektor riil merupakan faktor penting pemulihan ekonomi. Kedua faktor tersebut akan memberikan dampak yang optimal jika bank dan multifinance tetap ekspansif menyalurkan kredit," ujar Efrinal dalam keterangan tertulisnya, Kamis, 26 November 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Efrinal mengungkapkan, kerja sama dengan Bank Jago menunjukkan kepercayaan industri perbankan kepada Akulaku Finance Indonesia selaku perusahaan pembiayaan berbasis digital.
 
Selama periode 2020 ini, perseroan telah menandatangani kerja sama pembiayaan dengan Bank OCBC NISP, Bank JTrust, BPR Supra Artapersada, dan Bank Jago.

 
Efrinal sekaligus menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kepercayaan Bank Jago yang telah menyediakan fasilitas pembiayaan chanelling pada saat kondisi pandemi ini. Kepercayaan ini akan terus dijaga melalui kontrol kualitas pembiayaan yang mengimplementasikan prinsip risk based marketing dan praktik mitigasi risiko yang baik.
 
"Selain itu, kami juga terus meningkatkan kualitas screening, scoring, dan asuransi atas objek pembiayaan, serta menaati kriteria yang diberikan oleh bank," paparnya.
 
Menurut Efrinal pandemi covid-19 telah mengubah mindset dan lifestyle masyarakat yang lebih mengutamakan distancing, contactless, dan cashless. Perubahan mindset ini mempengaruhi nasabah dalam mengakses layanan keuangan, termasuk pinjaman secara digital.
 
"Covid-19 memaksa konsumen menjadi sangat digital. Hal ini juga berdampak positif terhadap peningkatan permohonan kredit secara online," pungkas Efrinal.

 
(Des)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif