Ilustrasi penyaluran kredit perbankan - - Foto: MI/ Panca Syurkani
Ilustrasi penyaluran kredit perbankan - - Foto: MI/ Panca Syurkani

BI Proyeksi Penyaluran Kredit Tumbuh Tinggi di Kuartal II

Ekonomi Perbankan Bank Indonesia Kredit
Husen Miftahudin • 21 April 2021 13:53
Jakarta: Survei Perbankan Bank Indonesia memprediksi penyaluran kredit baru akan meningkat pada kuartal II-2021. Hal ini terindikasi dari Saldo Bersih Tertimbang (SBT) penyaluran kredit baru sebesar 93,3 persen, meningkat dari 30,4 persen pada kuartal I-2021 maupun dibandingkan minus 33,9 persen pada kuartal yang sama 2020.

"Prakiraan pertumbuhan tersebut mengindikasikan kinerja pembiayaan yang semakin membaik pada kuartal II-2021," ungkap hasil survei yang dikutip dari laman resmi Bank Indonesia, Rabu, 21 April 2021.
 
Adapun prioritas utama responden dalam penyaluran kredit baru kuartal II-2021 adalah kredit modal kerja, diikuti oleh kredit investasi, dan kredit konsumsi. Sedangkan pada jenis kredit konsumsi, penyaluran kredit kepemilikan rumah/apartemen masih menjadi prioritas utama, diikuti oleh penyaluran kredit multiguna dan kredit kendaraan bermotor.
 
Sejalan dengan prakiraan meningkatnya pertumbuhan kredit baru, kebijakan penyaluran kredit pada kuartal II-2021 diprakirakan tidak seketat periode kuartal sebelumnya. Hal ini sebagaimana terindikasi dari Indeks Lending Standard (ILS) sebesar 2,8 persen, sedikit lebih rendah dibandingkan 4,0 persen pada kuartal sebelumnya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Standar penyaluran kredit yang diperkirakan tidak seketat kuartal sebelumnya, yaitu kredit investasi dan kredit UMKM. Sementara itu, aspek kebijakan penyaluran yang diprakirakan tidak seketat kuartal sebelumnya antara lain premi kredit berisiko, agunan, dan persyaratan administrasi," papar BI.
 
Sementara itu, penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) pada kuartal II-2021 diprakirakan meningkat. Hal ini tercermin dari SBT pertumbuhan DPK sebesar 42,4 persen atau lebih tinggi dibandingkan 17,1 persen pada kuartal sebelumnya.
 
Bank sentral memperkirakan bahwa pertumbuhan DPK terjadi pada jenis instrumen giro dan tabungan, yang terindikasi dari SBT yang bernilai positif masing-masing sebesar 49,4 persen dan 70,6 persen.
 
"Sementara itu, instrumen deposito diprakirakan tumbuh negatif, terindikasi dari SBT sebesar minus 33,9 persen, lebih dalam dibandingkan SBT minus 8,2 persen pada kuartal sebelumnya," pungkas Bank Indonesia.
 
(Des)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif