Gedung Bank Indonesia. FOTO: Bank Indonesia
Gedung Bank Indonesia. FOTO: Bank Indonesia

Waduh! Modal Asing Kabur Hampir Rp3 Triliun dalam Sepekan

Ekonomi Bank Indonesia Ekonomi Indonesia capital outflow
Husen Miftahudin • 17 September 2021 17:13
Jakarta: Bank Indonesia (BI) mencatat ada dana asing dalam jumlah besar keluar dari pasar keuangan domestik selama sepekan. Berdasarkan data transaksi pada 13-16 September 2021, modal dari investor asing (nonresiden) tersebut tercatat jual neto (outflow) sebanyak Rp2,99 triliun.
 
Minggatnya dana asing dari pasar keuangan domestik tersebut utamanya berasal dari pasar Surat Berharga Negara (SBN) yang tercatat outflow sebanyak Rp4,03 miliar. Beruntung pasar saham menahan laju 'pulang kampungnya' modal asing tersebut dengan mencatatkan beli neto (inflow) sebesar Rp1,04 triliun.
 
"Namun demikian, berdasarkan data setelmen selama 2021 (year to date/ytd), nonresiden beli neto Rp18,21 triliun," ungkap Kepala Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono, dalam rilis perkembangan indikator stabilitas nilai rupiah, Jumat, 17 September 2021.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Adapun premi risiko atau Credit Default Swap (CDS) Indonesia lima tahun naik ke level 66,68 basis poin (bps) per 16 September 2021 dari 66,02 bps per 10 September 2021. CDS merupakan indikator untuk mengetahui risiko berinvestasi di SBN.
 
Semakin besar skor CDS, maka risiko berinvestasi di SBN juga semakin tinggi. Sebaliknya jika skor semakin kecil, maka risiko investasinya juga semakin rendah.
 
Meski modal dari investor asing minggat dari pasar keuangan domestik, namun pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) justru bersinar. Rupiah menyalip dolar AS di tengah titik terang jadwal pengurangan stimulus moneter atau tapering yang akan dilakukan bank sentral AS, Federal Reserve.
 
Mengutip data Bloomberg pada penutupan perdagangan akhir pekan ini, nilai tukar rupiah terhadap USD menguat ke level Rp14.222 per USD. Mata uang Garuda tersebut menguat sebanyak 30 poin atau setara 0,21 persen dari posisi Rp14.252 per USD pada penutupan perdagangan hari sebelumnya.
 
Sementara menukil data Yahoo Finance, rupiah juga berada di zona hijau pada posisi Rp14.220 per USD. Rupiah menguat sebanyak 15 poin atau setara 0,11 persen dari Rp14.235 per USD di penutupan perdagangan hari sebelumnya.
 
Sedangkan berdasar pada data kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dolar Rate (Jisdor), rupiah diperdagangkan di level Rp14.238 per USD atau naik 14 poin dari nilai tukar rupiah pada perdagangan hari sebelumnya sebesar Rp14.252 per USD.
 
Terkait hal tersebut, Erwin menegaskan bahwa Bank Indonesia akan terus memperkuat koordinasi dengan Pemerintah dan otoritas terkait untuk memonitor secara cermat dinamika penyebaran covid-19 dan dampaknya terhadap perekonomian Indonesia dari waktu ke waktu.
 
"Termasuk langkah-langkah koordinasi kebijakan lanjutan yang perlu ditempuh untuk menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan, serta menopang pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap baik dan berdaya tahan," pungkas Erwin.
 
 
(ABD)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif