Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) Sunarso. Foto: dok. BRI
Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) Sunarso. Foto: dok. BRI

Laba BRI Meroket Jadi Rp19,07 Triliun di Kuartal III

Ekonomi Kredit bri laporan keuangan Holding BUMN Ultra Mikro Laba Perusahaan
Husen Miftahudin • 27 Oktober 2021 13:49
Jakarta: PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI mampu mencatatkan kinerja yang sehat dan kuat hingga akhir kuartal III-2021.
 
Sinyal positif kinerja konsolidasian BRI tercermin dari raihan laba induk Holding BUMN Ultra Mikro (UMi) di mana per September 2021 tercatat sebesar Rp19,07 triliun atau tumbuh 34,74 persen (yoy) dari periode yang sama tahun lalu sebesar Rp14,15 triliun.
 
"Ini merupakan buah dari hasil strategi BRI yang terus menekankan pada sustainability dan pencadangan pada saat kondisi ekonomi belum pulih sepenuhnya akibat pandemi," ucap Direktur Utama BRI Sunarso dalam press conference Laporan Keuangan Kuartal III, Rabu, 27 Oktober 2021.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sementara itu, penyaluran kredit BRI pada akhir September 2021 sebesar Rp1.026,42 triliun atau tumbuh 9,74 persen (yoy). Angka ini lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan kredit perbankan nasional sebesar 2,21 persen.
 
Sunarso mengungkapkan, salah satu faktor utama penopang pertumbuhan kredit konsolidasian BRI yakni penyaluran kredit segmen UMKM yang tumbuh 12,50 persen (yoy) atau mencapai Rp848,60 triliun pada akhir September 2021.
 
Capaian tersebut membuat proporsi kredit UMKM dibanding total kredit BRI mengalami peningkatan, dari semula 80,65 persen pada akhir September 2020 menjadi 82,67 persen pada akhir September 2021.
 
"Peningkatan penyaluran kredit UMKM yang sangat signifikan pada kuartal III-2021 tidak terlepas dari pembentukan sinergi holding Ultra Mikro bersama Pegadaian dan PNM, disamping pemulihan kondisi ekonomi akibat kian melandainya pandemi," tuturnya.
 
Bila dirinci per segmen, penyaluran kredit mikro BRI tercatat Rp464,66 triliun, kredit konsumer sebesar Rp147,16 triliun, kredit kecil dan menengah Rp236,77 triliun, serta kredit korporasi Rp177,83 triliun. BRI juga berhasil menjaga kualitas kredit yang disalurkan, dimana hal tersebut tercermin dari rasio NPL yang manageable di kisaran 3,28 persen pada akhir kuartal III-2021 dengan NPL Coverage mencapai 252,94 persen.
 
Dari sisi liabilities, Dana Pihak Ketiga (DPK) berhasil tumbuh positif menjadi sebesar Rp1.135,31 triliun. Tabungan tercatat mendominasi DPK dengan total mencapai Rp470,16 triliun, atau tumbuh 7,12 persen (yoy).
 
Sedangkan proporsi dana murah (CASA) pun terus merangkak naik, pada akhir kuartal III-2021 tercatat 59,60 persen atau lebih tinggi dibanding periode yang sama tahun lalu yakni sebesar 59,02 persen.
 
"Keberhasilan perseroan dalam meningkatkan proporsi dana murah membuat biaya dana atau Cost of Fund (COF) terus menurun. Hingga akhir September 2021, COF BRI tercatat 2,14 persen atau lebih rendah dibandingkan COF pada September 2020 sebesar 3,45 persen," imbuh Sunarso.
 
Solidnya kinerja BRI dari sisi penyaluran kredit dan pendanaan membuat aset perseroan terus tumbuh. Hingga akhir kuartal III-2021, tercatat aset BRI mencapai Rp1.619,77 triliun atau tumbuh 11,87 persen (yoy).
 
(DEV)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif