Ilustrasi Bank Indonesia - - Foto: dok MI
Ilustrasi Bank Indonesia - - Foto: dok MI

BI Proyeksi Pertumbuhan Kredit Kuartal II-2020 Menyusut

Ekonomi Perbankan Bank Indonesia Kredit
Husen Miftahudin • 15 Juli 2020 12:12
Jakarta: Bank Indonesia (BI) mengindikasikan pertumbuhan kredit baru pada kuartal II-2020 menurun dibandingkan periode sebelumnya. Hal ini tercermin dari saldo bersih tertimbang (SBT) permintaan kredit baru pada kuartal II-2020 sebesar minus 33,9 persen atau lebih rendah dibandingkan 23,7 persen pada kuartal sebelumnya dan 78,3 persen pada kuartal II-2019.
 
"Berdasarkan jenis penggunaan, penurunan pertumbuhan kredit baru terjadi pada seluruh jenis kredit, dengan penurunan terbesar pada jenis kredit investasi yang terindikasi dari penurunan SBT dari 15,1 persen pada kuartal sebelumnya menjadi minus 75,1 persen," kata Kepala Departemen Komunikasi BI Onny Widjanarko dalam keterangan resmi, Rabu, 15 Juli 2020.
 
Sementara pertumbuhan kredit konsumsi dan kredit modal kerja juga terindikasi mengalami penurunan, tercermin pada penurunan SBT masing-masing dari minus 7,6 persen dan 16,7 persen, menjadi minus 68,6 persen dan minus 19,5 persen. Penurunan penyaluran kredit konsumsi terutama terjadi untuk jenis kartu kredit dan kredit kendaraan bermotor.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pada kuartal III-2020 kredit baru diprakirakan tumbuh lebih tinggi dibandingkan kuartal sebelumnya, namun tidak setinggi periode yang sama tahun sebelumnya. Hal ini tercermin dari SBT prakiraan permintaan kredit baru pada kuartal III-2020 sebesar 50,4 persen, lebih tinggi dibandingkan minus 33,9 persen pada kuartal sebelumnya, namun lebih rendah dibandingkan 68,3 persen pada kuartal yang sama 2019.
 
"Prakiraan pertumbuhan tersebut mengindikasikanperbaikan kinerja pembiayaan pada kuartal III-2020 pascapenurunan signifikan pada kuartal II-2020, seiring dengan pelonggaran Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), meskipun relatif terbatas jika dibandingkan periode yang sama tahun lalu," jelas Onny.
 
Lebih lanjut, kebijakan penyaluran kredit pada kuartal III-2020 diprakirakan lebih longgar, terindikasi dari Indeks Lending Standard (ILS) sebesar 3,9 persen, lebih rendah dibandingkan 34,4 persen pada kuartal sebelumnya. Pelonggaran standar penyaluran kredit akan dilakukan pada seluruh jenis kredit, dengan aspek kebijakan penyaluran kredit yang akan diperlonggar yaitu plafon kredit, agunan, dan jangka waktu kredit.
 
"Hasil survei mengindikasikan bahwa pertumbuhan kredit melambat untuk keseluruhan tahun 2020. Responden memperkirakan pertumbuhan kredit pada 2020 sebesar 2,5 persen (yoy), lebih rendah dibandingkan realisasi kredit pada 2019 sebesar 6,1 persen dan prakiraan pada survei periode sebelumnya sebesar 5,5 persen," ungkap Onny.

 
Terkait rata-rata suku bunga kredit modal kerja dan kredit investasi, diperkirakan juga mengalami penurunan masing-masing 8 bps dan 6 bps dari kuartal sebelumnya menjadi 10,72 persen dan 10,75 persen. Suku bunga kredit konsumsijuga diprakirakan turun sebesar tiga bps menjadi 12,93 persen.
 
Pada jenis kredit konsumsi, penurunan suku bunga terbesar terjadi pada kartu kredit sebesar 20 bps, diikuti oleh kredit kendaraan bermotor dan kredit multiguna masing-masing sebesar 12 bps dan 6 bps.
 
Untuk penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) pada kuartal III-2020 diprakirakan meningkat yang tercermin dari SBT pertumbuhan DPK sebesar 78,1 persen, lebih tinggi dibandingkan 44,0 persen pada kuartal sebelumnya. Meningkatnya pertumbuhan DPK diprakirakan terjadi pada jenis instrumen giro dan deposito, terindikasi dari nilai SBT masing-masing sebesar 39,4 persen dan 64,8 persen, lebih tinggi dibandingkan 27,8 persen dan 41,6 persen pada kuartal sebelumnya.
 
"Sementara itu, pertumbuhan DPK pada instrumen tabungan tercatat melambat, terindikasi dari nilai SBT sebesar 60,9 persen atau lebih rendah dibandingkan 85,7 persen pada kuartal sebelumnya," tutup Onny.

 

(Des)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif