Bank  Mandiri. Foto : MI.
Bank Mandiri. Foto : MI.

Laba Bank Mandiri Kuartal III-2020 Turun Sampai 30%

Ekonomi bank mandiri BUMN pandemi covid-19
Annisa ayu artanti • 26 Oktober 2020 12:04
Jakarta: PT Bank Mandiri Tbk mencatat laba bersih per kuartal III-2020 atau selama sembilan pertama 2020 mencapai Rp14,03 triliun. Angka tersebut turun 30,7 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar 20,25 persen.
 
"Sampai dengan September secara konsolidasi, laba bersih Rp14,03 triliun atau turun 30 persen secara tahunan," kata Direktur Manajemen Risiko Bank Mandiri Ahmad Siddik Badruddin dalam konferensi pers virtual, Senin, 26 Oktober 2020.
 
Ahmad juga menyampaikan pendapatan bunga bersih atau net interest income turun 4,1 persen dari periode yang sama tahun lalu menjadi Rp43,38 triliun. Lalu, fee based income juga turun 0,26 persen menjadi Rp19,58 triliun. Sementara biaya operasional tumbuh tipis yakni 0,42 persen menjadi Rp28,32 triliun.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Meski demikian, Direktur Utama Bank Mandiri Darmawan Junaidi mengatakan capaian pada kuartal III-2020 ini cukup baik karena di tengah pandemi perbankan pelat merah ini mampu menjalankan bisnis dengan sehat.
 
Bank Mandiri mencatat pertumbuhan kredit sebesar 3,79 persen secara year on year (yoy) menjadi Rp873,73 triliun. Penyaluran terbesar berasal dari kredit korporasi yang mencapai Rp313,6 triliun, kemudian kredit untuk sektor komersial sebesar Rp145,9 triliun, kredit untuk sektor konsumer sebesar Rp87,5 triliun, serta kredit untuk SME dan mikro masing-masing sebesar Rp52,3 triliun dan Rp117,4 triliun.
 
Perusahaan berlogo pita emas ini berharap penyaluran kredit produktif dapat membantu menggerakkan perekonomian di tengah wabah pandemi covid-19.
 
"Kami berharap inisiatif ini dapat ikut mengembalikan optimisme dan memulihkan denyut nadi perekonomian Indonesia yang terdampak pandemi covid-19," kata Darmawan.
 
Lebih lanjut, Bank Mandiri akan memastikan strategi pertumbuhan yang berkesinambungan melalui penerapan prinsip kehati-hatian dan analisis sektor yang cermat dapat dilakukan dalam penyaluran kredit selanjutnya. Adapun, hingga 30 September 2020, Bank Mandiri mencatat Rasio Non Performing Loan (NPL) secara gross masih terjaga di level 3,33 persen.
 
Guna mengantisipasi potensi ketidakpastian ekonomi ke depan, Darmawan juga mencapai pihaknya akan membangun pencadangan untuk memastikan terjaganya kualitas aset.
 
"Per September 2020, rasio coverage CKPN konsolidasi kami berada di kisaran 205,15 persen sebagai antisipasi penurunan kualitas kredit akibat pandemi covid-19," ujarnya.
 
Meski meningkatkan pencadangan yang banyak, Bank Mandiri memastikan bahwa likuiditas perseroan berada pada level yang aman. Hal ini didukung oleh pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) konsolidasi yang mencapai 14,92 persen secara tahunan, menjadi Rp1.024,2 triliun, dimana komposisi dana murah mencapai 61,9 persen.
 
Dengan berbagai strategi bisnis tersebut, Bank Mandiri pun mampu menjaga kinerja perseroan dengan pencapaian aset konsolidasi yang sebesar Rp1.407 triliun atau meningkat 10,27 persen yoy.

 
(SAW)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif