Langkah BI tahan suku bunga acuan belum mampu selamatkan rupiah. Foto: Dok.MI
Langkah BI tahan suku bunga acuan belum mampu selamatkan rupiah. Foto: Dok.MI

Langkah BI Tahan Suku Bunga Acuan Belum Mampu Selamatkan Rupiah

Ekonomi Bank Indonesia Kurs Rupiah suku bunga
Husen Miftahudin • 13 Oktober 2020 18:07
Jakarta: Direktur PT TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi menilai langkah kebijakan yang diambil Bank Indonesia (BI) untuk mempertahankan suku bunga acuan BI 7-Days Reverse Repo di level 4,0 persen belum mampu menyelamatkan nilai tukar rupiah pada perdagangan hari ini. Mata uang Garuda tersebut terjerembab, meski tak terlalu dalam.
 
"BI sudah menahan bunga acuan ini empat bulan berturut-turut. BI memandang bunga acuan tersebut masih inline (sejalan) dalam mendorong pemulihan ekonomi dari dampak pandemi covid-19," ujar Ibrahim dalam keterangannya yang diterima Medcom.id, Selasa, 13 Oktober 2020.
 
Menurut Ibrahim alasan Bank Indonesia mempertahankan suku bunga kebijakan lebih didominasi oleh perbaikan perekonomian global. Hal ini dipengaruhi stimulus fiskal negara-negara maju, antara lain Amerika Serikat.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Perbaikan ekonomi global juga didukung oleh pemulihan ekonomi Tiongkok sebagai dampak stimulus fiskal dan berkurangnya covid-19, serta meningkatnya investasi manusia di tengah tertahannya ekonomi negara lain," papar dia.
 
Di sisi lain, upaya kepolisian mengamankan demonstrasi Omnibus Law Undang-Undang Cipta Kerja diapresiasi pelaku pasar keuangan. Sebab, pihak keamanan terus bersiaga dan mengawal demonstrasi agar tidak ada penyusup yang memanfaatkan situasi tersebut.
 
"Demonstrasi berjalan lancar dan tidak terjadi anarkisme. Keamanan yang ketat menambah kepercayaan pasar sehingga apa yang ditakutkan oleh pasar akan terjadi huru hara menjadi sirna," tuturnya.
 
Selain itu, Omnibus Law Undang-Undang Cipta Kerja diyakini investor akan membawa berkah bagi perkembangan ekonomi di masa mendatang. "Hal ini merupakan sejarah baru bagi Indonesia yang telah memiliki Omnibus Law Undang-Undang Cipta Kerja di tengah resesi akibat pandemi covid-19," papar Ibrahim.
 
Adapun pada penutupan perdagangan hari ini nilai tukar rupiah terhadap USD melemah. Mengutip data Bloomberg, nilai tukar rupiah ditutup melemah ke posisi Rp14.725 per USD dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya di level Rp14.700 per USD.
 
Mata uang Garuda tersebut melemah 25 poin atau setara 0,17 persen. Rentang gerak harian rupiah berada di level Rp14.695 per USD sampai Rp14.746 per USD.
 
Menukil data Yahoo Finance, rupiah justru berada di jalur hijau pada posisi Rp14.739 per USD. Rupiah menguat tipis tiga poin atau setara 0,02 persen dari Rp14.742 per USD di penutupan perdagangan sebelumnya.
 
Berdasarkan data kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dolar Rate (Jisdor), rupiah diperdagangkan di level Rp14.793 per USD atau melemah sebanyak 47 poin dari nilai tukar rupiah pada perdagangan sebelumnya sebesar Rp14.746 per USD.
 
"Dalam perdagangan besok pagi mata uang rupiah kemungkinan akan terjadi fluktuatif, namun ditutup melemah terbatas sebesar 5-30 poin di level Rp14.700 per USD sampai Rp14.750 per USD," tutup Ibrahim.
 
(DEV)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif