Ilustrasi. FOTO: Medcom.id
Ilustrasi. FOTO: Medcom.id

IHSG Diperkirakan Kurang Bertenaga Hari Ini

Ekonomi IHSG Bursa Saham Pasar Modal IHSG Melemah
Angga Bratadharma • 19 April 2022 09:23
Jakarta: Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan bergerak cenderung melemah pada hari ini sejalan dengan tertekannya bursa saham Amerika Serikat (AS). Para investor terus mewaspadai lonjakan inflasi, lompatan harga minyak dunia, hingga perang yang berkepanjangan antara Rusia dan Ukraina.
 
Sementara itu, hari ini Bank Indonesia (BI) dijadwalkan mengumumkan suku bunga acuannya untuk bulan ini. Kemudian terjadi penambahan 559 kasus baru covid-19 di Indonesia pada Senin, 18 April, dengan positivity rate 0,8 persen (kasus aktif: 50.969). Sebanyak 7.831 pasien dinyatakan sembuh di hari yang sama. Indonesia saat ini memiliki recovery rate 96,6 persen.
 
"Kami memperkirakan IHSG akan bergerak cenderung melemah hari ini,  akibat adanya sentimen negatif dari pasar global dan pelemahan harga komoditas batu bara," sebut Samuel Research Team, dalam riset hariannya, Selasa, 19 April 2022.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Di sisi lain, bursa saham Amerika Serikat jatuh dalam perdagangan yang fluktuatif pada akhir perdagangan Senin waktu setempat (Selasa pagi WIB). Kondisi itu terjadi karena para investor bertaruh pada pengetatan kebijakan agresif dari Federal Reserve dalam beberapa bulan mendatang di tengah inflasi yang tinggi.
 
Indeks Dow Jones Industrial Average turun sebanyak 39,54 poin atau 0,11 persen menjadi 34.411,69. Kemudian indeks S&P 500 kehilangan 0,90 poin atau 0,02 persen menjadi 4.391,69. Indeks Komposit Nasdaq turun 18,72 poin atau 0,14 persen menjadi 13.332,36.
 
Sebanyak enam dari 11 sektor utama S&P 500 berakhir di area merah, dengan sektor perawatan kesehatan turun 1,12 persen, memimpin penurunan. Sedangkan sektor energi naik 1,51 persen, kelompok berkinerja terbaik.
 
Perusahaan Tiongkok yang terdaftar di AS diperdagangkan sebagian besar lebih rendah, dengan delapan dari 10 saham teratas menurut beratnya di indeks S&P AS Listed Tiongkok 50 mengakhiri hari dengan catatan suram. Reaksi pasar itu karena kekhawatiran atas inflasi AS yang tinggi dan Fed yang hawkish tetap menjadi fokus di Wall Street.
 
Pasar ekuitas AS ditutup pada Jumat lalu waktu setempat untuk memperingati Jumat Agung. Untuk pekan perdagangan yang dipersingkat hari libur yang berakhir Kamis waktu setempat, Dow dan S&P 500 masing-masing tergelincir 0,8 persen dan 2,1 persen, sementara Nasdaq yang sarat teknologi turun 2,6 persen.
 
 
(ABD)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif