OJK. Foto : MI.
OJK. Foto : MI.

OJK Masih Khawatir PPKM Darurat Ganggu Ekonomi

Ekonomi OJK Ekonomi Indonesia Pasar Keuangan PPKM Darurat
Husen Miftahudin • 29 Juli 2021 11:11
Jakarta: Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat hingga data semester I-2021, sektor jasa keuangan tetap stabil. Hal ini dicerminkan oleh membaiknya sejumlah indikator jasa keuangan.
 
"Seperti intermediasi perbankan dan penghimpunan dana di pasar modal, serta terjaganya rasio kehati-hatian (prudensial) di lembaga jasa keuangan," ungkap Deputi Komisioner Hubungan Masyarakat dan Logistik OJK Anto Prabowo dalam keterangan resminya, Kamis, 29 Juli 2021.
 
Meskipun indikator ekonomi domestik sampai Juni 2021 masih menunjukkan berlanjutnya pemulihan, OJK mencermati adanya penurunan mobilitas karena penerapan kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) darurat.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"OJK mencermati adanya penurunan mobilitas karena pemberlakuan PPKM darurat yang dikhawatirkan dapat mempengaruhi laju pemulihan ekonomi ke depan," ungkapnya.
 
Adapun pasar keuangan domestik masih terjaga stabil. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hingga 23 Juli 2021 tercatat menguat ke level 6,102 atau tumbuh 1,9 persen (mtd) dengan aliran dana nonresiden tercatat masuk sebesar Rp2,02 triliun.
 
Pasar Surat Berharga Negara (SBN) juga terpantau menguat dengan rerata imbal hasil (yield) SBN turun 13,5 bps di seluruh tenor. Namun, investor nonresiden tercatat net sell sebesar Rp11,73 triliun.
 
Sementara penghimpunan dana di pasar modal hingga 27 Juli 2021 telah mencapai Rp116,6 triliun atau meningkat 211 persen dari periode yang sama tahun lalu, dengan 27 emiten baru yang melakukan penerbitan saham baru untuk kepemilikan publik atau Initial Public Offering (IPO).
 
"Selain itu, masih terdapat penawaran umum yang dalam proses dari 86 emiten dengan nilai nominal sebesar Rp54,2 triliun," ungkap Anto.
 
Di sisi lain, Anto menegaskan bahwa OJK mendukung penuh program pemerintah dalam melaksanakan percepatan vaksinasi masyarakat dengan membuka sentra-sentra vaksin covid-19 di berbagai daerah, bekerja sama dengan industri jasa keuangan dan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dengan target 10 juta vaksin hingga Desember 2021.
 
"Percepatan vaksinasi diyakini menjadi kunci utama untuk membangun imunitas komunal sehingga mobilitas masyarakat bisa kembali normal dan perekonomian kembali bergerak," pungkas Anto.
 
(SAW)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif