Gubernur BI Perry Warjiyo dalam telekonferensi menyampaikan survei BI terkait inflasi April 2020. Foto: Medcom.id/Husen Miftahudin
Gubernur BI Perry Warjiyo dalam telekonferensi menyampaikan survei BI terkait inflasi April 2020. Foto: Medcom.id/Husen Miftahudin

BI Prediksi Inflasi April Rendah

Ekonomi inflasi bank indonesia
Husen Miftahudin • 22 April 2020 16:54
Jakarta: Bank Indonesia (BI) memprediksi inflasi yang terjadi pada April 2020 akan terkendali dan rendah. Inflasi bulan ini diperkirakan sebesar 0,22 persen secara month to month (mtm) dan 2,82 persen secara tahunan atau year on year (yoy).
 
"Kami sudah punya data survei pemantauan harga (SPH) hingga minggu ketiga April 2020. Berdasarkan survei pemantauan harga tersebut menunjukkan bahwa inflasi April 2020 terkendali dan rendah," kata Gubernur BI Perry Warjiyo dalam telekonferensi di Jakarta, Rabu, 22 April 2020.
 
Adapun komoditas penyebab inflasi, di antaranya adalah bawang merah, emas perhiasan, serta gula pasir. Namun ada juga sejumlah komoditas yang menyebabkan deflasi atau penurunan harga, seperti cabai merah, daging ayam, telur, dan segala macam.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Prediksi inflasi untuk April 2020 dari bank sentral ini didukung oleh data dan laporan 46 kantor perwakilan BI yang tersebar di seluruh penjuru Indonesia. Terkendali dan rendahnya perkembangan harga di bulan ini karena sejumlah daerah telah memasuki masa panen beras.
 
"Sejumlah daerah melaporkan untuk beras misalnya, itu juga sudah masuk masa panen sehingga produksi dalam negeri untuk beras mengalami peningkatan. Demikian juga dengan komoditas-komoditas yang lainnya," tutur Perry.
 
Meskipun demikian, lanjutnya, ada beberapa daerah yang mengalami gangguan distribusi pasokan bahan-bahan pokok dan makanan. Ini akibat mulai diterapkannya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di sejumlah wilayah sebagai langkah pencegahan meluasnya penyebaran virus korona (covid-19).
 
"Tapi secara keseluruhan laporan yang kami terima dari 46 kantor perwakilan Bank Indonesia bahwa inflasi April 2020 itu rendah dan terkendali," tegas Perry.
 
Sebelumnya Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data inflasi Maret 2020 sebesar 0,10 persen (mtm). Sementara inflasi tahun kalender atau year to date (ytd) sebesar 0,76 persen dan inflasi secara tahunan sebesar 2,96 persen (yoy).
 
Besaran indeks harga konsumen (IHK) tersebut didorong oleh inflasi inti yang utamanya disebabkan oleh kenaikan emas perhiasan. Kelompok pengeluaran yang memberikan sumbangan paling besar yakni perawatan pribadi dan jasa lainnya yang mengalami inflasi 0,99 persen dengan andil terhadap inflasi Maret sebesar 0,06 persen.
 
Sementara komoditas yang dominan memberikan andil inflasi yakni kenaikan harga telur ayam ras dengan andil 0,03 persen, kenaikan harga bawang bombai andilnya 0,03 persen, kenaikan harga gula pasir 0,02 persen, serta kenaikan rokok kretek filter dan rokok kretek putih yang andilnya 0,01 persen.
 

(DEV)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif