Foto: dok MI.
Foto: dok MI.

Kuartal II-2020

Mark Dynamics Indonesia Cetak Laba Bersih Rp51,72 Miliar

Ekonomi emiten
Angga Bratadharma • 31 Juli 2020 11:48
Medan: PT Mark Dynamics Indonesia Tbk (MARK) mencatat laba bersih sebesar Rp51,72 miliar pada kuartal II-2020 di tengah mewabahnya virus korona di Indonesia. Laba bersih tersebut meningkat sebanyak 14,65 persen dibandingkan dengan kuartal II-2019 yang tercatat sebesar Rp45,11 miliar.
 
Presiden Direktur MARK Ridwan Goh mengungkapkan Mark Dynamic Indonesia membukukan penjualan sebesar Rp192,63 miliar pada kuartal II-2020 atau meningkat sebanyak 9,57 persen dibandingkan dengan periode yang sama di tahun sebelumnya sebesar Rp175,80 miliar. Pencapaian yang diraih oleh MARK lantaran mampu menjaga tingkat efisiensi serta mempertahankan kualitas produk sesuai dengan permintaan pelanggan.
 
"Hal ini terlihat dari margin laba kotor di 41,31 persen dengan nilai sebesar Rp79,57 miliar dan margin laba bersih di 26,84 persen. Pencapaian Laba ini didukung dengan strategi produksi dan efisiensi sepanjang kuartal II-2020 di tengah pandemi covid-19," kata Ridwan Goh, dalam keterangan tertulisnya, Jumat, 31 Juli 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dalam Peraturan Menteri Energi Sumber Daya Mineral Nomor 08 Tahun 2020, pemerintah telah menurunkan harga gas industri menjadi USD6 per million british termal units (MMBTU). Terdapat tujuh sektor industri yang bisa menikmati penurunan harga gas tersebut, yaitu pupuk, petrokimia, oleokimia, baja, keramik, kaca, dan sarung tangan karet.
 
Penurunan harga gas ini tentunya memberikan dampak yang baik bagi MARK karena komposisi biaya bahan bakar gas terhadap biaya produksi mencapai 10-15 persen.
 
Selanjutnya, seiring meningkatnya kebutuhan sarung tangan di tengah pandemi covid-19 yang sedang merebak di berbagai negara, dan dinyatakannya sebagai pandemi global oleh WHO, telah meningkatkan kesadaran masyarakat dunia akan pentingnya kesehatan. Hal itu mengakibatkan pertumbuhan pabrik sarung tangan di Amerika Serikat, Tiongkok, dan Afrika Selatan yang dapat dikatakan cukup pesat.
 
Salah satu strategi MARK untuk mengejar pertumbuhan penjualan adalah senantiasa menambah pelanggan baru. Pada Mei lalu terjadi permintaan cetakan sarung tangan dengan kapasitas produksi yang besar yang berasal dari tiga pelanggan baru asal Tiongkok. Ketiga pelanggan baru tersebut telah menyepakati sales contract atau kontrak dagang dengan MARK.
 
Pengapalan unit cetakan sarung tangan tersebut dilakukan pada sepanjang Juni 2020 sampai dengan Oktober 2020. Dengan kontrak dagang ini, maka kontribusi pasar ekspor ke Tiongkok diperkirakan meningkat 20-25 persen.
 
Ridwan mengatakan selama kuartal II-2020 kinerja penjualan ekspor tidak mengalami hambatan, dengan komposisi penjualan ekspor sebesar 95 persen dan penjualan lokal sebesar lima persen.
 
Sementara itu, MARK mencatat total aset meningkat sebanyak 9,99 persen menjadi Rp485,33 miliar per 30 Juni 2020 dibandingkan dengan Rp441,25 miliar per 31 Desember 2019. Aset lancar mengalami peningkatan sebanyak 8,52 persen dengan nilai sebesar Rp249,51 miliar per 30 Juni 2020 dibandingkan dengan Rp229,92 miliar per 31 Desember 2019.
 
Sementara peningkatan aset tidak lancar sebesar 11,58 persen dengan nilai Rp235,81 miliar per 30 Juni 2020 dibandingkan dengan Rp211,33 miliar per 31 Desember 2019. Peningkatan juga terjadi pada posisi ekuitas sebesar 14,95 persen dengan nilai Rp343,74 miliar per 30 Juni 2020 dibandingkan dengan Rp299,02 miliar per 31 Desember 2019.
 

(ABD)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif