Ilustrasi fintech lending - - Foto: Medcom
Ilustrasi fintech lending - - Foto: Medcom

Asosiasi Fintech Restrukturisasi Pinjaman Rp237 Miliar

Ekonomi kredit fintech pinjaman uang online
Annisa ayu artanti • 02 Juni 2020 18:25
Jakarta: Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) mencatat sebanyak 88 penyelenggara fintech P2Plendingtelah melakukan restrukturisasi senilai Rp237 miliar.
 
Ketua Bidang Humas dan Kelembagaan AFPI Tumbur Pardede menyebutkan di tengah wabah korona (covid-19) AFPI mendukung kebijakan pemerintah untuk dapat memfasilitasi restrukturisasi pinjamanonlinepada industri Fintech P2PLending.
 
"Tercatat sebanyak 88 platform mendapat permohonan restrukturisasi dariborrower(peminjam) dengan jumlah pinjaman yang berhasil difasilitasi dan disetujui oleh pihaklender(pemberi pinjaman) sebanyak Rp237 miliar dari 674.068 akun atau transaksi," kata Tumbur dalam videoconference, Selasa, 2 Juni 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dari hasil survei, sebanyak 90 platform menyatakan Tingkat Keberhasilan Bayar (TKB90) stabil dan 34 platform mengalami penurunan TKB90, dan enam platform mengaku kenaikan TKB90.
 
TKB90 adalah level kualitas kredit di Fintech P2PLending, semakin tinggi dan mendekati level 100, akan semakin baik. Berdasarkan data OJK per Maret 2020, TKB90 Fintech P2PLendingtercatat di level 95,78 persen.
 
Ketua Harian AFPI Kuseryansyah menambahkan meski terjadi penurunan penyaluran pembiayaan selama pandemi, namun terjadi peningkatan penyaluran pembiayaan di beberapa sektor.
 
Sektor-sektor yang mengalami peningkatan penyaluran pembiayaan adalah distribusi padahealthcare, utamanya pada UMKM farmasi, obat-obatan dan alat pendukung kesehatan serta sektor yang terkait distribusi pangan, produk agrikultur, makanan kemasan, memiliki perkembangan yang positif.
 
"Dimasa wabah Covid-19 ini, ada kabar gembira dari beberapa platform yang tetap mencatatkan pertumbuhan pencairan. Dengan kekuatan inovasi produk dan adaptasi dariartificial intelligent(credit scoring) dalam pengelolaan risiko, mereka masih mencatatkan pertumbuhan spektakuler hingga lebih dari 100 persen," ucapnya.
 
Dengan kondisi tersebut, Kuseryansyah mengatakan, industri Fintech P2P Lending akan menjaga kinerja pada masa pandemi ini dan selektif menyalurkan pembiayaan.
 
"Dengan demikian diharapkan dapat menjaga peran aktif Fintech P2P Lending dalam menjangkau pembiayaan bagi masyarakat yang selama ini belum tersentuh lembaga keuangan," tukasnya.

 

(Des)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif